
Di suatu masa di jaman lampau ketika kita masih kecil, mungkin coklat adalah segalanya dan sumber kebahagiaan kita. Namun seiring waktu berjalan, baik coklat ataupun segala hal yang ada telah terasa berbeda, baik benda, orang ataupun tempat. Ia sudah berubah atau kita yang berubah. Semuanya berubah, baik kita dari segi fisik, pengetahuan, dan cara berpikir, serta segudang hal lain yang telah diubah oleh waktu. Yag dulu, sudah tak sama lagi. Dan lalu hal itu menjadi seperti kenangan yang tak bisa dirasa lagi. Bertahun lalu aku menikmati membaca komik di pagi hari buta, namun kini terasa tak ada arti lagi. Baik kesukaanku pada komik ataupun kesukaanku pada waktu luang. Menjadi orang berbeda dengan cara pandang yang berbeda tatkala menjadikan kita sebagai sesosok orang yang paling kita benci di masa lalu. Dulu aku benci melihat orang dewasa yang suka marah-marah, disiplin dalam berbagai hal dan memandang segala sesuatu dengan berdasar 'manfaat' atau 'tidak'. Dan kini aku menjadi orang yang kurang lebih sama seperti itu. Menjadi orang membosankan yang dulu pernah kubenci. Lalu kehidupan dewasa seperti ini kadang membuat kita muak dan ingin kembali ke masa kaak-kanak yang tanpa beban dan pikiran besok mau makan apa. Kuingat dulu suka sekali membolos dan tidur siang. Kupikir jika saat itu waktu membolos kupakai untuk mencari uang di internet, aku mungkin akan kaya, karena setengah hidup masa mudaku kugunakan untuk tidur siang. Ohyeah. Mengapa kita menjadi orang-orang yang begitu berbeda? Kulihat semua temanku juga menjadi orang yang berbeda. Dari segi fisik ataupun postingan instagramnya. Kenapa ia jadi begini, si anu jadi begitu? Aneh, dulu kan orangnya begini-begitu. Dan begitulah manusia yang ada di muka bumi ini. Semua serba dinamis, berkembang. Karena tak ada yang abadi di dunia ini. Mencari hal yang konsisten saja susah apalagi menjadi manusia yang seperti itu-itu saja juga tidak bisa. Karena kita manusia makhluk dinamis yang bisa upgrade segala kemampuannya, bisa meningkat daya yang ia punya. Begitulah kita dari hari ke hari, menjadi lebih cakap dalam mengahadapai kehidupan yang juga tak lagi sama seperti kita dahulu. Jadi, mengapa kita ingin kembali ke masa dulu, padahal di jaman ini kita lebih pintar dan serba peaktis. Begitulah manusia, ia sulit terpuaskan, ingin hal yang lebih dari semuanya. Manusia itu melelahkan dan tak habis-habis keinginannya. Kadang aku lupa bahwa aku manusia yang juga tak habis-habis keinginannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komen dong dong
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.