Dua hari yang lalu, waktu mau pulang kerumah malem-malem, kan naek angkot. Di depan saya duduk dua orang. ibu hamil dan seorang lelaki, tapi bukan suaminya, soalnya ngomongnya gueh-eloh, kayaknya sih adenya. Mereka ngobrol ngarol ngidul. Saya bukannya nguping, tapinya emang kedengeran, eheheh.
Tiba-tiba mobil angkot kita melewati abang-abang penjual duren di pinggir jalan, dan saya pun tertarik dengan obrolan mereka berdua.
Tampilkan postingan dengan label KEBIDANAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KEBIDANAN. Tampilkan semua postingan
Senin, 16 Januari 2012
Sabtu, 15 Januari 2011
BABY BLUES (DEPRESI SETELAH MELAHIRKAN)
pernah liat ada Ibu yang baru melahirkan menjadi murung??? tiba-tiba tidak mau menyusui anaknya lagi, bengang-bengong sendiri, bahkan sampai anaknya sendiri pun tak ingin ia sentuh, kerjaannya murung dan kadang menangis. jika ya, waspadalah, jangan jangan si Ibu terkena depresi setelah melahirkan, kalo bahasa kerennya Baby Blues.
apa sih Baby Blues????
coba bayangkan, ketika anda hamil, suami anda, ibu anda, teman anda, dan semua orang bergembira karena kehamilan anda. selama 9 bulan penuh semua perhatian tertuju kepada anda. mau ini mau itu semua dipenuhi. lalu tiba-tiba setelah 9 bulan, sang bayi pun lahir. spontan perhatian yang dulunya tertuju pada anda kini tiba-tiba terpusat pada si kecil. tiba-tiba anda disuguhkan sebuah tanggung jawab besar untuk mengasuh seorang bayi lemah yang sangat bergantung kepada anda. dimana anda harus selalu memperhatikannya, menyusuinya setiap dua jam sekali, tak peduli di tengah malam sekalipun. semua tenaga tiba-tiba hanya habis untuk mengurus si kecil. sang suami cuma cuek bebek pulang pergi kerja tanpa tahu bahwa anda kerepotan. semua orang menganggap anda telah siap menjadi seorang Ibu!.
well, mungkin tak akan jadi masalah jika anda sudah menyiapkan mental anda dari jauh-jauh hari. namun tak jarang sang Ibu kaget karena kerepotan yang dirasakan jauh lebih berat dari yang di perkirakan. kejadian seperti ini tak hanya di jumpai pada Ibu 'baru' , namun sering juga terjadi pada ibu yang telah mempunyai anak sebelumnya. dengan anak yang bertambah banyak, tingkat kerepotan pun semakin tinggi.
di tingkat yang lebih parah bisa jadi sang Ibu tak mau menyusui si bayi, bahkan menyentuhpun tak mau. kebanyakan dikarenakan si Ibu merasa dirinya tidak berhasil menjadi seorang Ibu. si Ibu merasa tak sanggup menjadi seorang Ibu. si ibu merasa ini semua terlalu berat baginya. bahkan untuk melihat si kecil pun tak mampu, karena merasa berdosa karena tak bisa merawatnya dengan baik.
siapa bilang jadi Ibu itu mudah???
perlu banyak persiapan!!!
tak hanya mepersiapkan baju lucu dan pernak pernik untuk si kecil saja, anda pun perlu mempersiapkan mental anda. keputusan anda untuk mempunyai anak harus dibarengi dengan kesiapan anda untuk menjadi seorang Ibu. anak adalah sebuah titipan kecil untuk kita. di mana kita akan merawatnya tak hanya untuk beberapa hari, tapi bertahun-tahun!. sanggupkah anda untuk menjalani itu semua?. sanggupkah anda memikul tanggung jawab besar sebagai seorang Ibu?.
mencegah Baby Blues
ketika sang bayi datang ke dunia, jangan dulu anda merasa bahwa anda akan langsung sanggup merawat si bayi. bila anda tinggal terpisah dari orang tua, mintalah seorang yang lebih berpengalaman, seperti Ibu anda atau kakak anda untuk menemani dalam beberapa hari setelah melahirkan. ini bisa sedikit meringankan beban anda dalam mengurus si kecil. anda bisa mendapat tips-tips yang berguna dalam merawat bayi dari mereka.
marahilah suami anda jika dia tidak mau ikut repot dalam mengurus si kecil. bagaimanapun juga si kecil adalah buah cinta anda dan suami. maka dari itu, ajaklah suami untuk berperan serta mengurus si kecil. ajari suami cara memandikannya, mengganti popoknya dan hal lainnya. agar disaat anda kelelahan, sang suami dapat menggantikan anda. atau anda bisa melakukan itu semua bersama-sama suami. buatlah segala kegiatan dengan si kecil jadi menyenangkan.
jangan ragu untuk mengatakan pada suami anda atau ibu anda jika anda sedang kerepotan. jangan ragu untuk meminta bantuan kepada mereka. jangan merasa malu untuk meminta bantuan untuk mengurus si kecil. percayalah, akan terasa melegakan jika kesulitan anda dapat anda ungkapkan. okeh bu??!!
apa sih Baby Blues????
coba bayangkan, ketika anda hamil, suami anda, ibu anda, teman anda, dan semua orang bergembira karena kehamilan anda. selama 9 bulan penuh semua perhatian tertuju kepada anda. mau ini mau itu semua dipenuhi. lalu tiba-tiba setelah 9 bulan, sang bayi pun lahir. spontan perhatian yang dulunya tertuju pada anda kini tiba-tiba terpusat pada si kecil. tiba-tiba anda disuguhkan sebuah tanggung jawab besar untuk mengasuh seorang bayi lemah yang sangat bergantung kepada anda. dimana anda harus selalu memperhatikannya, menyusuinya setiap dua jam sekali, tak peduli di tengah malam sekalipun. semua tenaga tiba-tiba hanya habis untuk mengurus si kecil. sang suami cuma cuek bebek pulang pergi kerja tanpa tahu bahwa anda kerepotan. semua orang menganggap anda telah siap menjadi seorang Ibu!.
well, mungkin tak akan jadi masalah jika anda sudah menyiapkan mental anda dari jauh-jauh hari. namun tak jarang sang Ibu kaget karena kerepotan yang dirasakan jauh lebih berat dari yang di perkirakan. kejadian seperti ini tak hanya di jumpai pada Ibu 'baru' , namun sering juga terjadi pada ibu yang telah mempunyai anak sebelumnya. dengan anak yang bertambah banyak, tingkat kerepotan pun semakin tinggi.
di tingkat yang lebih parah bisa jadi sang Ibu tak mau menyusui si bayi, bahkan menyentuhpun tak mau. kebanyakan dikarenakan si Ibu merasa dirinya tidak berhasil menjadi seorang Ibu. si Ibu merasa tak sanggup menjadi seorang Ibu. si ibu merasa ini semua terlalu berat baginya. bahkan untuk melihat si kecil pun tak mampu, karena merasa berdosa karena tak bisa merawatnya dengan baik.
siapa bilang jadi Ibu itu mudah???
perlu banyak persiapan!!!
tak hanya mepersiapkan baju lucu dan pernak pernik untuk si kecil saja, anda pun perlu mempersiapkan mental anda. keputusan anda untuk mempunyai anak harus dibarengi dengan kesiapan anda untuk menjadi seorang Ibu. anak adalah sebuah titipan kecil untuk kita. di mana kita akan merawatnya tak hanya untuk beberapa hari, tapi bertahun-tahun!. sanggupkah anda untuk menjalani itu semua?. sanggupkah anda memikul tanggung jawab besar sebagai seorang Ibu?.
mencegah Baby Blues
ketika sang bayi datang ke dunia, jangan dulu anda merasa bahwa anda akan langsung sanggup merawat si bayi. bila anda tinggal terpisah dari orang tua, mintalah seorang yang lebih berpengalaman, seperti Ibu anda atau kakak anda untuk menemani dalam beberapa hari setelah melahirkan. ini bisa sedikit meringankan beban anda dalam mengurus si kecil. anda bisa mendapat tips-tips yang berguna dalam merawat bayi dari mereka.
marahilah suami anda jika dia tidak mau ikut repot dalam mengurus si kecil. bagaimanapun juga si kecil adalah buah cinta anda dan suami. maka dari itu, ajaklah suami untuk berperan serta mengurus si kecil. ajari suami cara memandikannya, mengganti popoknya dan hal lainnya. agar disaat anda kelelahan, sang suami dapat menggantikan anda. atau anda bisa melakukan itu semua bersama-sama suami. buatlah segala kegiatan dengan si kecil jadi menyenangkan.
jangan ragu untuk mengatakan pada suami anda atau ibu anda jika anda sedang kerepotan. jangan ragu untuk meminta bantuan kepada mereka. jangan merasa malu untuk meminta bantuan untuk mengurus si kecil. percayalah, akan terasa melegakan jika kesulitan anda dapat anda ungkapkan. okeh bu??!!
SUSAH HAMIL
SUSAH HAMIL
“bentar lagi punya anak dong?”
Mungkin itu yang kerap kali terpikirkan oleh kita jika mendengar teman atau kerabat kita akan menikah.
Ya, memang sewajarnya yang terjadi setelah menikah adalah punya anak. Banyak dari kita melihat orang yang baru menikah, setelah satu dua bulan langsung isi alias hamil. Tapi tak sedikit pula pasangan yang telah bertahun menikah belum punya momongan juga. Ada baiknya jika hal ini terjadi, segera konsultasikan ke ahlinya.
Banyak penyebab terjadinya kejadian seperti ini.
Dari pihak pria :
Pada saat terjadi ejakulasi, pria mengeluarkan cairan sperma (mani). Sekitar 60 -100 juta spermatozoa terkandung dalam air mani dan tidak semua sperma ini dalam bentuk normal. Air mani yang normal paling tidak terdiri dari 20 juta sperma per ml, dengan paling sedikit 50% dapat bergerak normal, dan 30% mempunyai bentuk yang normal. Pada air mani biasanya juga terdiri dari sel-sel sperma yang belum matang dan sel darah putih. Jika terlalu banyak sel-sel ini mengindikasikan adanya infeksi pada kelenjar kelamin seperti prostat atau vesika seminalis atau terdapat kekurangan dalam pembentukan sperma.
azoospermia : Bila pada air mani yang diperiksa tidak terdapat sperma (hanya air mani saja)
Oligosperma : terdapat pada konsentrasi rendah
Asthenospermia : Jika sperma yang motilitasnya baik kurang dari 50%
Teratospermia jika :sperma yang mempunyai bentuk normal kurang dari 16%
Sperma yang tidak normal bisa berupa sperma yang tanpa ekor sehingga tidak bisa berenang menuju sel telur, bisa juga sperma yang bentuk kepalanya tidak cukup runcing untuk dapat menembus sel telur. Teratospermia disebut ringan bila sperma yang normal antara 10 % 15 %, dan disebut berat bila sperma yang normal kurang dari 5 %. Biasanya saat berkonsultasi anda diharuskan melakukan tes sperma. agar tau bagaimana keadaan sperma anda.
Dari pihak wanita :
Masa subur adalah masa paling mungkin untuk terjadinya pembuahan. Pada masa ini sel telur ‘mejeng’ untuk menanti dibuahi sang sperma. masa ini dimulai ketika hari ke 12 siklus haid (hari ke 1 adalah hari pertama mendapatkan haid). Tapi sudah berusaha di masa subur pun kok masih belum isi?. Banyak hal yang mungkin menjadi sebabnya.
Mulut rahim retrofleksi atau mengarah ke belakang. Normalnya mulut rahim antefleksi atau mengarah kedepan. Situasi retrofleksi ini menyebabkan sperma yang masuk tidak dapat melanjutkan perjalanan karena terhambat mulut rahim yang mengarah kebelakang.
Rahim rapuh atau kurang kokoh. Ketika pembuahan terjadi, hasil pembuahan akan menempel pada diding rahim. Namun jika dinding rahim ini rapuh, hasil pembuahan tadi tidak akan bisa berkembang dan akan luruh.
Yah mungkin segitu aja yang saya ingat dari kegiatan perkuliahan saya,hehe. Jaman sekarang sudah banyak teknologi yang bisa digunakan untuk mengatasi masalah-masalah tersebut. Yang banyak di lakukan diantaranya program bayi tabung (bukan bayi dalam tabung lho ya, emangnya jin). Pokoknya yang terpenting bagi pasangan yang sulit hamil adalah : konsultasi. Tak lupa untuk saling mendukung antar pasangan, jangan jadikan masalah ini sebagai pemicu pertengkaran rumah tangga (halah) apalagi sampe bawa-bawa mertua. Serta tentunya tak lupa untuk selalu berdoa. :)
“bentar lagi punya anak dong?”
Mungkin itu yang kerap kali terpikirkan oleh kita jika mendengar teman atau kerabat kita akan menikah.
Ya, memang sewajarnya yang terjadi setelah menikah adalah punya anak. Banyak dari kita melihat orang yang baru menikah, setelah satu dua bulan langsung isi alias hamil. Tapi tak sedikit pula pasangan yang telah bertahun menikah belum punya momongan juga. Ada baiknya jika hal ini terjadi, segera konsultasikan ke ahlinya.
Banyak penyebab terjadinya kejadian seperti ini.
Dari pihak pria :
Pada saat terjadi ejakulasi, pria mengeluarkan cairan sperma (mani). Sekitar 60 -100 juta spermatozoa terkandung dalam air mani dan tidak semua sperma ini dalam bentuk normal. Air mani yang normal paling tidak terdiri dari 20 juta sperma per ml, dengan paling sedikit 50% dapat bergerak normal, dan 30% mempunyai bentuk yang normal. Pada air mani biasanya juga terdiri dari sel-sel sperma yang belum matang dan sel darah putih. Jika terlalu banyak sel-sel ini mengindikasikan adanya infeksi pada kelenjar kelamin seperti prostat atau vesika seminalis atau terdapat kekurangan dalam pembentukan sperma.
azoospermia : Bila pada air mani yang diperiksa tidak terdapat sperma (hanya air mani saja)
Oligosperma : terdapat pada konsentrasi rendah
Asthenospermia : Jika sperma yang motilitasnya baik kurang dari 50%
Teratospermia jika :sperma yang mempunyai bentuk normal kurang dari 16%
Sperma yang tidak normal bisa berupa sperma yang tanpa ekor sehingga tidak bisa berenang menuju sel telur, bisa juga sperma yang bentuk kepalanya tidak cukup runcing untuk dapat menembus sel telur. Teratospermia disebut ringan bila sperma yang normal antara 10 % 15 %, dan disebut berat bila sperma yang normal kurang dari 5 %. Biasanya saat berkonsultasi anda diharuskan melakukan tes sperma. agar tau bagaimana keadaan sperma anda.
Dari pihak wanita :
Masa subur adalah masa paling mungkin untuk terjadinya pembuahan. Pada masa ini sel telur ‘mejeng’ untuk menanti dibuahi sang sperma. masa ini dimulai ketika hari ke 12 siklus haid (hari ke 1 adalah hari pertama mendapatkan haid). Tapi sudah berusaha di masa subur pun kok masih belum isi?. Banyak hal yang mungkin menjadi sebabnya.
Mulut rahim retrofleksi atau mengarah ke belakang. Normalnya mulut rahim antefleksi atau mengarah kedepan. Situasi retrofleksi ini menyebabkan sperma yang masuk tidak dapat melanjutkan perjalanan karena terhambat mulut rahim yang mengarah kebelakang.
Rahim rapuh atau kurang kokoh. Ketika pembuahan terjadi, hasil pembuahan akan menempel pada diding rahim. Namun jika dinding rahim ini rapuh, hasil pembuahan tadi tidak akan bisa berkembang dan akan luruh.
Yah mungkin segitu aja yang saya ingat dari kegiatan perkuliahan saya,hehe. Jaman sekarang sudah banyak teknologi yang bisa digunakan untuk mengatasi masalah-masalah tersebut. Yang banyak di lakukan diantaranya program bayi tabung (bukan bayi dalam tabung lho ya, emangnya jin). Pokoknya yang terpenting bagi pasangan yang sulit hamil adalah : konsultasi. Tak lupa untuk saling mendukung antar pasangan, jangan jadikan masalah ini sebagai pemicu pertengkaran rumah tangga (halah) apalagi sampe bawa-bawa mertua. Serta tentunya tak lupa untuk selalu berdoa. :)
ABORSI, HARUSKAH?
berikut adalah bahan diskusi dalam mata kuliah etika. yakni tentang aborsi
Kasus :
Seorang perempuan yang menderita retardasi mental, usia 18 tahun, hamil karena diperkosa. Orang tuanya meminta agar kandungannya digugurkan, karena ia tidak bisa hidup mandiri.
Kasus diatas merupakan contoh kasus kehamilan yang tak dinginkan yang dari 175 juta kehamilan yang terjadi di dunia terdapat sekitar 75 juta perempuan yang mengalami kehamilan tak diinginkan. Banyak hal yang dapat menjadi faktor utama terjadinya kehamilan yang tak diharapkan oleh perempuan, salah satunya yaitu karena pemerkosaan. Ketika seorang perempuan mengalami kehamilan yang tak diinginkan (KTD), maka jalan keluar yang sering ditempuh adalah melakukan upaya aborsi atau menggugurkan kandungan, baik yang dilakukan sendiri maupun dengan bantuan orang lain.
Keputusan untuk menggugurkan kandungan bukanlah suatu pilihan yang mudah. Banyak perempuan harus berperang melawan perasaan dan kepercayaan dirinya mengenai nilai hidup seorang calon manusia yang dikandungnya, begitu pula perasaan keluarga dar perempuan tersebut, sebelum akhirnya mereka mengambil keputusan. Terlebih lagi hal ini menimpa seorang perempuan retardasi mental.
Kami akan mencoba membahas contoh kasus ini dengan mengaitkan beberapa komponen di dalamnya yaitu: etika, moral, nilai, dan norma. Di bawah ini merupakan pembahasan contoh kasus dengan masing-masing aspek yang terkait.
a. Etika
Sebelum membahas kasus diatas, terlebih dahulu kami kupas pengertian dari istilah yang temukan oleh Aristoteles ini yaitu, adat, akhlak, sikap, perasaan, dan cara berpikir, kebiasaan-kebiasaan atau tingkah laku manusia. Dalam pengertian lain disebutkan, Etik merupakan suatu pertimbangan yang sistematis tentang perilaku benar atau salah, kebajikan atau kejahatan yang berhubungan dengan perilaku. Etika merupakan aplikasi atau penerapan teori tentang filosofi moral kedalam situasi nyata dan berfokus pada prinsip-prinsip dan konsep yang membimbing manusia berpikir dan bertindak dalam kehidupannya yang dilandasi oleh nilai-nilai yang dianutnya. Banyak pihak yang menggunakan istilah etik untuk mengambarkan etika suatu profesi dalam hubungannya dengan kode etik profesional seperti Kode Etik PPNI atau IBI.
Bidan memiliki komitmen yang tinggi untuk memberikan asuhan yang berkualitas berdasarkan standar perilaku yang etis dalam praktek asuhan profesional. Pengetahuan tentang perilaku etis dimulai dari pendidikan bidan, dan berlanjut pada diskusi formal maupun informal dengan sejawat atau teman. Perilaku yang etis mencapai puncaknya bila bidan mencoba dan mencontoh perilaku pengambilan keputusan yang etis untuk membantu memecahkan masalah etika. Dalam hal ini, bidan seringkali menggunakan dua pendekatan: yaitu pendekatan berdasarkan prinsip dan pendekatan berdasarkan asuhan kebidanan.
Pendekatan berdasarkan prinsip, sering dilakukan dalam bio etika untuk menawarkan bimbingan untuk tindakan khusus. Beauchamp Childress (1994) menyatakan empat pendekatan prinsip dalam etika biomedik antara lain; (1) Sebaiknya mengarah langsung untuk bertindak sebagai penghargaan terhadap kapasitas otonomi setiap orang: (2) Menghindarkan berbuat suatu kesalahan; (3) Bersedia dengan murah hati memberikan sesuatu yang bermanfaat dengan segala konsekuensinya; (4) Keadilan menjelaskan tentang manfaat dan resiko yang dihadapi.
Hubungan bidan dengan klien merupakan pusat pendekatan berdasarkan asuhan, dimana memberikan langsung perhatian khusus pada klien, sebagaimana dilakukan sepanjang kehidupannya sebagai bidan. Perspektif asuhan memberikan arah dengan cara bagaimana bidan dapat membagi waktu untuk dapat duduk bersama dengan klien atau keluarga klien, merupakan suatu kewajaran yang dapat membahagiakan bila diterapkan berdasarkan etika.
Karakteristik perspektif dari asuhan meliputi : (1) Berpusat pada hubungan interpersonal dalam asuhan; (2) Meningkatkan penghormatan dan penghargaan terhadap martabat klien atau pasen sebagai manusia; (3) Mau mendengarkan dan mengolah saran-saran dari orang lain sebagai dasar yang mengarah pada tanggung-jawab profesional; (4) Mengingat kembali arti tanggung-jawab moral yang meliputi kebajikan seperti: kebaikan, kepedulian, empati, perasaan kasih-sayang, dan menerima kenyataan. (Taylor,1993).
Jadi, berdasarkan kode etik bidan Indonesia pada Bab I mengenai kewajiban terhadap klien dan masyarakat, butir 2 yaitu “Setiap bidan dalam menjalankan tugas profesinya menjunjung tinggi harkat dan martabat kemanusiaan yang utuh dan memelihara citra bidan. Maka janin semuda apapun harus dipertahankan.
b. moral
Moral hampir sama dengan etika, biasanya merujuk pada standar personal tentang benar atau salah. Hal ini sangat penting untuk mengenal antara etika dalam agama, hukum, adat dan praktek profesional
Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) kita yang merupakan peninggalan masa kolonialisasi Belanda melarang keras dilakukannya aborsi dengan alasan apapun sebagaimana diatur dalam pasal 283, 299 serta pasal 346 - 349. Bahkan pasal 299 intinya mengancam hukuman pidana penjara maksimal empat tahun kepada siapa saja yang memberi harapan kepada seorang perempuan bahwa kandungannya dapat digugurkan. Padahal, pemerintah Belanda mengeluarkan peraturan tersebut dengan tujuan untuk melindungi perempuan dari kematian karena aborsi yang tidak aman karena saat itu ilmu kedokteran belum berkembang pesat dan kebanyakan perempuan meminta pelayanan kepada tenaga tradisional.
Belum lagi penilaian moral dari masyarakat sekitarnya bila sampai tindakannya ini diketahui. Hanya orang-orang yang mampu berempati yang bisa merasakan betapa perempuan berada dalam posisi yang sulit dan menderita ketika harus memutuskan untuk mengakhiri kehamilannya. Di Indonesia masih menganggap bahwa aborsi adalah salah satu tindakan pembunuhan bayi. Namun berbeda dengan Badan Kesehatan Dunia yang menyebutkan bahwa aborsi merupakan penghentian kehamilan sebelum janin dapat hidup di luar kandungan atau kurang dari 22 minggu (WHO 2000).
Sayangnya tidak semua perempuan di Indonesia tidak dapat melakukan aborsi secara aman dan sehat, karena hukum di Indonesia masih belum berpihak kepada perempuan dengan melarang tindakan ini untuk dilakukan kecuali untuk menyelamatkan ibu dan bayinya.
Akibatnya, banyak tenaga profesional yang tidak bersedia memberikan pelayanan ini; walaupun ada, seringkali diberikan dengan biaya yang sangat tinggi karena besarnya konsekuensi yang harus ditanggung bila diketahui oleh pihak yang berwajib. Isu masalah aborsi sering kali dikaitkan dengan prilaku seks bebas di kalangan remaja. Ternyata banyak penelitian yang membuktikan bahwa dugaan tersebut tidak sepenuhnya benar. Penelitian mengenai aborsi yang diselenggarakan pada periode 70-an menemukan bahwa ternyata pelayanan aborsi juga dicari oleh perempuan menikah yang tidak menginginkan tambahanan anak tetapi tidak mengunakan alat kontrasepsi atau mengalami kegagalan dalam penggunaan Alat kontrasepsi (Affandi, 1979).
Ada bermacam-macam cara perempuan untuk menghentikan kehamilannya, dari mulai melakukan upaya sendiri hingga meminta bantuan tenaga lain. Minum jamu telat bulan merupakan salah satu upaya sendiri yang umum dilakukan oleh perempuan yang mengalami KTD dan telah dikenal sejak lama. Cara lainnya termasuk mengkonsumsi makanan atau minuman lainnya yang dipercaya dapat memancing keluarnya janin dari kandungan (seperti nenas muda, bir hitam, dan sebagainya) atau melakukan aktifitas tertentu (misalnya, loncat-loncat). Bila semua upaya ini tidak membuahkan hasil, barulah mereka mencari pertolongan kepada tenaga yang tidak terlatih (misalnya dukun) atau ke tenaga medis terlatih (misalnya dokter ahli kandungan).
Akibat berjenjangnya tahapan perempuan dalam mencari pelayanan, menyebabkan mereka terlambat menerima pelayanan secara aman. Keterlambatan juga sering kali disebabkan oleh tuntutan kelayakan administrasi yang terlampau tinggi dan atau kurangnya pengetahuan klien serta kurang tersedianya fasilitas kesehatan (Sumapraja dkk, 1979). Tidak pernah ada standar biaya pelayanan aborsi, karena memang aborsi tidak pernah diperbolehkan di Indonesia. Dampaknya, besar biaya yang dikenakan kepada klien juga sangat beragam, dan umumnya sangat mahal, karena risiko yang dijatuhkan kepada pemberi pelayanan itu juga sangat besar.
Banyak alasan yang dikemukakan perempuan untuk mendapatkan pelayanan aborsi, diantaranya kontrasepsi yang gagal, hamil di luar nikah, ekonomi, jenis kelamin, kasus perkosaan dan incest, faktor kesehatan ibu atau janin dalam kandungan mengalami kecacatan.
Mengenai alasan aborsi ini memang masih banyak mengundang kontroversi. Bila alasan aborsi karena kondisi kesehatan ibu yang tidak memungkinkan, tidak banyak orang yang memperdebatkan. Bahkan dokter tidak berkeberatan melakukan tindakan ini tanpa harus ketakutan terancam pidana. Nyatanya, sedikit sekali perempuan yang datang mencari pelayanan aborsi dengan alasan kesehatannya atau kondisi bayi dalam kandungannya. Sebagian besar mereka datang dengan alasan psiko-sosial.
Aborsi tidak lagi menjadi suatu tindakan yang membahayakan nyawa perempuan hamil. Teknologi aborsi yang aman dan efektif yang mampu menurunkan kematian dan kesakitan yang berkaitan dengan aborsi sudah tersedia. Aspirasi vakum merupakan teknik pembedahan yang teraman untuk evakuasi rahim pada tiga bulan pertama (Grimes et al.,1977 dikutip dalam Coeytaux dkk 1997:199). Teknik ini sudah digunakan pada sebagian besar tindakan aborsi di negara maju. Persoalan yang dihadapi adalah Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) kita yang merupakan peninggalan masa kolonialisasi Belanda yang melarang keras dilakukannya aborsi dengan alasan apapun sebagaimana diatur dalam pasal 283, 299 serta pasal 346 - 349. Sedangkan dalam UU Kesehatan No.23 tahun 1992 pasal 15 memberikan sedikit peluang untuk melakukan aborsi dengan catatan keadaan yang darurat demi menyelamatkan nyawa ibu atau janin yang dikandungnya. Namun UU Kesehatan ini tidak menjelaskan apa yang dimaksud dengan kondisi yang dikategorikan sebagai keadaan darurat. Jadi, sudah jelas bahwa UU kesehatan ini memberikan penjelasan yang membingungkan tentang tindakan aborsi dan bertentangan pada bagian penjelasannya yang mengatakan bahwa tindakan medis dalam bentuk pengguguran kandungan dengan alasan apapun, dilarang karena bertentangan dengan norma hukum, norma agama, norma kesusilaan, dan norma kesopanan.
Mengacu pada dua hukum di atas, dapat di ambil kesimpulan bahwa peraturan di Indonesia sama sekali tidak memberikan celah ataupun peluang untuk pelayanan aborsi dapat dilakukan. Ditambah lagi dengan sumpah dokter Indonesia yang masih mengikuti sumpah Hiprokrates “akan menghormati makhluk hidup insani sejak pembuahan dimulai.” Kondisi ini ternyata tidak mampu mencegah perempuan untuk mencari pelayanan penghentian kehamilan yang tidak diinginkan. Terlihat dari banyaknya permintaan tindakan ini dilakukan. Status ilegal aborsi ini justru menyebabkan banyak perempuan yang tidak mendapatkan akses pelayanan aborsi yang aman.
c. nilai
Nilai-nilai (values) adalah suatu keyakinan seseorang tentang penghargaan terhadap suatu standar atau pegangan yang mengarah pada sikap/perilaku seseorang. Sistem nilai dalam suatu organisasi adalah rentang nilai-nilai yang dianggap penting dan sering diartikan sebagai perilaku personal.
Individu tidak lahir dengan membawa nilai-nilai (values). Nilai-nilai ini diperoleh dan berkembang melalui informasi, lingkungan keluarga, serta budaya sepanjang perjalanan hidupnya. Mereka belajar dari keseharian dan menentukan tentang nilai-nilai mana yang benar dan mana yang salah. Untuk memahami perbedaan nilai-nilai kehidupan ini sangat tergantung pada situasi dan kondisi dimana mereka tumbuh dan berkembang. Nilai-nilai tersebut diambil dengan berbagai cara antara lain: (1) Model atau contoh, dimana individu belajar tentang nilai-nilai yang baik atau buruk melalui observasi perilaku keluarga, sahabat, teman sejawat dan masyarakat lingkungannya dimana dia bergaul; (2) Moralitas diperoleh dari keluarga, ajaran agama, sekolah, dan institusi tempatnya bekerja dan memberikan ruang dan waktu atau kesempatan kepada individu untuk mempertimbangkan nilai-nilai yang berbeda; (3) Sesuka hati adalah proses dimana adaptasi nilai-nilai ini kurang terarah dan sangat tergantung kepada nilai-nilai yang ada di dalam diri seseorang dan memilih serta mengembangkan sistem nilai-nilai tersebut menurut kemauan mereka sendiri. Hal ini lebih sering disebabkan karena kurangnya pendekatan, atau tidak adanya bimbingan atau pembinaan sehingga dapat menimbulkan kebingungan, dan konflik internal bagi individu tersebut; (4) Penghargaan dan Sanksi; Perlakuan yang biasa diterima seperti: mendapatkan penghargaan bila menunjukkan perilaku yang baik, dan sebaliknya akan mendapat sanksi atau hukuman bila menunjukkan perilaku yang tidak baik; (5) Tanggung jawab untuk memilih; adanya dorongan internal untuk menggali nilai-nilai tertentu dan mempertimbangkan konsekuensinya untuk diadaptasi. Disamping itu, adanya dukungan dan bimbingan dari seseorang yang akan menyempurnakan perkembangan sistem nilai dirinya sendiri.
Semakin disadari nilai-nilai profesional maka semakin timbul nilai-nilai moral yang dilakukan serta selalu konsisten untuk mempertahankannya. Bila dibicarakan dengan sejawat atau pasen dan ternyata tidak sejalan, maka seseorang merasa terjadi sesuatu yang kontradiktif dengan prinsip-prinsip yang dianutnya yaitu; penghargaan terhadap martabat manusia yang tidak terakomodasi dan sangat mungkin kita tidak lagi merasa nyaman. Oleh karena itu, klarifikasi nilai-nilai merupakan suatu proses dimana kita perlu meningkatkan serta konsisten bahwa keputusan yang diambil secara khusus dalam kehidupan ini untuk menghormati martabat manusia. Hal ini merupakan nilai-nilai positif yang sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari dan dalam masyarakat luas
d.norma
Norma berasal dari bahasa latin yakni norma, yang berarti penyikut atau siku-siku, suatu alat perkakas yang digunakan oleh tukang kayu. Dari sinilah kita dapat mengartikan norma sebagai pedoman, ukuran, aturan atau kebiasaan. Jadi norma ialah sesuatu yang dipakai untuk mengatur sesuatu yang lain atau sebuah ukuran. Dengan norma ini orang dapat menilai kebaikan atau keburukan suatu perbuatan.
Jadi secara terminologi kiat dapat mengambil kesimpulan menjadi dua macam. Norma menunjuk suatu teknik. Kedua, norma menunjukan suatu keharusan. Makna tersebut lebih kepada yang bersifat normatif.
Undang-Undang Kesehatan No. 23 Tahun 1992 pasal 15 seperti sedikit memberikan peluang dengan mengatakan bahwa dalam keadaan darurat sebagai upaya menyelamatkan jiwa ibu dan atau janin yang dikandungnya dapat diambil tindakan medis tertentu. Namun UU Kesehatan juga tidak menjelaskan apa yang dimaksud tindakan medis tertentu dan kondisi bagaimana yang dikategorikan sebagai keadaan darurat. Mungkin saja tindakan medis tertentu dapat diartikan sebagai aborsi, tapi bila memang itu yang dimaksud sesungguhnya aborsi bukan upaya untuk menyelamatkan jiwa janin tetapi justru menggugurkan janin. Selain itu juga, berarti isi pasal 15 ini bertentangan dengan bagian penjelasannya yang mengatakan bahwa tindakan medis dalam bentuk pengguguran kandungan dengan alasan apapun, dilarang karena bertentangan dengan norma hukum, norma agama, norma kesusilaan, dan norma kesopanan.
Kasus :
Seorang perempuan yang menderita retardasi mental, usia 18 tahun, hamil karena diperkosa. Orang tuanya meminta agar kandungannya digugurkan, karena ia tidak bisa hidup mandiri.
Kasus diatas merupakan contoh kasus kehamilan yang tak dinginkan yang dari 175 juta kehamilan yang terjadi di dunia terdapat sekitar 75 juta perempuan yang mengalami kehamilan tak diinginkan. Banyak hal yang dapat menjadi faktor utama terjadinya kehamilan yang tak diharapkan oleh perempuan, salah satunya yaitu karena pemerkosaan. Ketika seorang perempuan mengalami kehamilan yang tak diinginkan (KTD), maka jalan keluar yang sering ditempuh adalah melakukan upaya aborsi atau menggugurkan kandungan, baik yang dilakukan sendiri maupun dengan bantuan orang lain.
Keputusan untuk menggugurkan kandungan bukanlah suatu pilihan yang mudah. Banyak perempuan harus berperang melawan perasaan dan kepercayaan dirinya mengenai nilai hidup seorang calon manusia yang dikandungnya, begitu pula perasaan keluarga dar perempuan tersebut, sebelum akhirnya mereka mengambil keputusan. Terlebih lagi hal ini menimpa seorang perempuan retardasi mental.
Kami akan mencoba membahas contoh kasus ini dengan mengaitkan beberapa komponen di dalamnya yaitu: etika, moral, nilai, dan norma. Di bawah ini merupakan pembahasan contoh kasus dengan masing-masing aspek yang terkait.
a. Etika
Sebelum membahas kasus diatas, terlebih dahulu kami kupas pengertian dari istilah yang temukan oleh Aristoteles ini yaitu, adat, akhlak, sikap, perasaan, dan cara berpikir, kebiasaan-kebiasaan atau tingkah laku manusia. Dalam pengertian lain disebutkan, Etik merupakan suatu pertimbangan yang sistematis tentang perilaku benar atau salah, kebajikan atau kejahatan yang berhubungan dengan perilaku. Etika merupakan aplikasi atau penerapan teori tentang filosofi moral kedalam situasi nyata dan berfokus pada prinsip-prinsip dan konsep yang membimbing manusia berpikir dan bertindak dalam kehidupannya yang dilandasi oleh nilai-nilai yang dianutnya. Banyak pihak yang menggunakan istilah etik untuk mengambarkan etika suatu profesi dalam hubungannya dengan kode etik profesional seperti Kode Etik PPNI atau IBI.
Bidan memiliki komitmen yang tinggi untuk memberikan asuhan yang berkualitas berdasarkan standar perilaku yang etis dalam praktek asuhan profesional. Pengetahuan tentang perilaku etis dimulai dari pendidikan bidan, dan berlanjut pada diskusi formal maupun informal dengan sejawat atau teman. Perilaku yang etis mencapai puncaknya bila bidan mencoba dan mencontoh perilaku pengambilan keputusan yang etis untuk membantu memecahkan masalah etika. Dalam hal ini, bidan seringkali menggunakan dua pendekatan: yaitu pendekatan berdasarkan prinsip dan pendekatan berdasarkan asuhan kebidanan.
Pendekatan berdasarkan prinsip, sering dilakukan dalam bio etika untuk menawarkan bimbingan untuk tindakan khusus. Beauchamp Childress (1994) menyatakan empat pendekatan prinsip dalam etika biomedik antara lain; (1) Sebaiknya mengarah langsung untuk bertindak sebagai penghargaan terhadap kapasitas otonomi setiap orang: (2) Menghindarkan berbuat suatu kesalahan; (3) Bersedia dengan murah hati memberikan sesuatu yang bermanfaat dengan segala konsekuensinya; (4) Keadilan menjelaskan tentang manfaat dan resiko yang dihadapi.
Hubungan bidan dengan klien merupakan pusat pendekatan berdasarkan asuhan, dimana memberikan langsung perhatian khusus pada klien, sebagaimana dilakukan sepanjang kehidupannya sebagai bidan. Perspektif asuhan memberikan arah dengan cara bagaimana bidan dapat membagi waktu untuk dapat duduk bersama dengan klien atau keluarga klien, merupakan suatu kewajaran yang dapat membahagiakan bila diterapkan berdasarkan etika.
Karakteristik perspektif dari asuhan meliputi : (1) Berpusat pada hubungan interpersonal dalam asuhan; (2) Meningkatkan penghormatan dan penghargaan terhadap martabat klien atau pasen sebagai manusia; (3) Mau mendengarkan dan mengolah saran-saran dari orang lain sebagai dasar yang mengarah pada tanggung-jawab profesional; (4) Mengingat kembali arti tanggung-jawab moral yang meliputi kebajikan seperti: kebaikan, kepedulian, empati, perasaan kasih-sayang, dan menerima kenyataan. (Taylor,1993).
Jadi, berdasarkan kode etik bidan Indonesia pada Bab I mengenai kewajiban terhadap klien dan masyarakat, butir 2 yaitu “Setiap bidan dalam menjalankan tugas profesinya menjunjung tinggi harkat dan martabat kemanusiaan yang utuh dan memelihara citra bidan. Maka janin semuda apapun harus dipertahankan.
b. moral
Moral hampir sama dengan etika, biasanya merujuk pada standar personal tentang benar atau salah. Hal ini sangat penting untuk mengenal antara etika dalam agama, hukum, adat dan praktek profesional
Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) kita yang merupakan peninggalan masa kolonialisasi Belanda melarang keras dilakukannya aborsi dengan alasan apapun sebagaimana diatur dalam pasal 283, 299 serta pasal 346 - 349. Bahkan pasal 299 intinya mengancam hukuman pidana penjara maksimal empat tahun kepada siapa saja yang memberi harapan kepada seorang perempuan bahwa kandungannya dapat digugurkan. Padahal, pemerintah Belanda mengeluarkan peraturan tersebut dengan tujuan untuk melindungi perempuan dari kematian karena aborsi yang tidak aman karena saat itu ilmu kedokteran belum berkembang pesat dan kebanyakan perempuan meminta pelayanan kepada tenaga tradisional.
Belum lagi penilaian moral dari masyarakat sekitarnya bila sampai tindakannya ini diketahui. Hanya orang-orang yang mampu berempati yang bisa merasakan betapa perempuan berada dalam posisi yang sulit dan menderita ketika harus memutuskan untuk mengakhiri kehamilannya. Di Indonesia masih menganggap bahwa aborsi adalah salah satu tindakan pembunuhan bayi. Namun berbeda dengan Badan Kesehatan Dunia yang menyebutkan bahwa aborsi merupakan penghentian kehamilan sebelum janin dapat hidup di luar kandungan atau kurang dari 22 minggu (WHO 2000).
Sayangnya tidak semua perempuan di Indonesia tidak dapat melakukan aborsi secara aman dan sehat, karena hukum di Indonesia masih belum berpihak kepada perempuan dengan melarang tindakan ini untuk dilakukan kecuali untuk menyelamatkan ibu dan bayinya.
Akibatnya, banyak tenaga profesional yang tidak bersedia memberikan pelayanan ini; walaupun ada, seringkali diberikan dengan biaya yang sangat tinggi karena besarnya konsekuensi yang harus ditanggung bila diketahui oleh pihak yang berwajib. Isu masalah aborsi sering kali dikaitkan dengan prilaku seks bebas di kalangan remaja. Ternyata banyak penelitian yang membuktikan bahwa dugaan tersebut tidak sepenuhnya benar. Penelitian mengenai aborsi yang diselenggarakan pada periode 70-an menemukan bahwa ternyata pelayanan aborsi juga dicari oleh perempuan menikah yang tidak menginginkan tambahanan anak tetapi tidak mengunakan alat kontrasepsi atau mengalami kegagalan dalam penggunaan Alat kontrasepsi (Affandi, 1979).
Ada bermacam-macam cara perempuan untuk menghentikan kehamilannya, dari mulai melakukan upaya sendiri hingga meminta bantuan tenaga lain. Minum jamu telat bulan merupakan salah satu upaya sendiri yang umum dilakukan oleh perempuan yang mengalami KTD dan telah dikenal sejak lama. Cara lainnya termasuk mengkonsumsi makanan atau minuman lainnya yang dipercaya dapat memancing keluarnya janin dari kandungan (seperti nenas muda, bir hitam, dan sebagainya) atau melakukan aktifitas tertentu (misalnya, loncat-loncat). Bila semua upaya ini tidak membuahkan hasil, barulah mereka mencari pertolongan kepada tenaga yang tidak terlatih (misalnya dukun) atau ke tenaga medis terlatih (misalnya dokter ahli kandungan).
Akibat berjenjangnya tahapan perempuan dalam mencari pelayanan, menyebabkan mereka terlambat menerima pelayanan secara aman. Keterlambatan juga sering kali disebabkan oleh tuntutan kelayakan administrasi yang terlampau tinggi dan atau kurangnya pengetahuan klien serta kurang tersedianya fasilitas kesehatan (Sumapraja dkk, 1979). Tidak pernah ada standar biaya pelayanan aborsi, karena memang aborsi tidak pernah diperbolehkan di Indonesia. Dampaknya, besar biaya yang dikenakan kepada klien juga sangat beragam, dan umumnya sangat mahal, karena risiko yang dijatuhkan kepada pemberi pelayanan itu juga sangat besar.
Banyak alasan yang dikemukakan perempuan untuk mendapatkan pelayanan aborsi, diantaranya kontrasepsi yang gagal, hamil di luar nikah, ekonomi, jenis kelamin, kasus perkosaan dan incest, faktor kesehatan ibu atau janin dalam kandungan mengalami kecacatan.
Mengenai alasan aborsi ini memang masih banyak mengundang kontroversi. Bila alasan aborsi karena kondisi kesehatan ibu yang tidak memungkinkan, tidak banyak orang yang memperdebatkan. Bahkan dokter tidak berkeberatan melakukan tindakan ini tanpa harus ketakutan terancam pidana. Nyatanya, sedikit sekali perempuan yang datang mencari pelayanan aborsi dengan alasan kesehatannya atau kondisi bayi dalam kandungannya. Sebagian besar mereka datang dengan alasan psiko-sosial.
Aborsi tidak lagi menjadi suatu tindakan yang membahayakan nyawa perempuan hamil. Teknologi aborsi yang aman dan efektif yang mampu menurunkan kematian dan kesakitan yang berkaitan dengan aborsi sudah tersedia. Aspirasi vakum merupakan teknik pembedahan yang teraman untuk evakuasi rahim pada tiga bulan pertama (Grimes et al.,1977 dikutip dalam Coeytaux dkk 1997:199). Teknik ini sudah digunakan pada sebagian besar tindakan aborsi di negara maju. Persoalan yang dihadapi adalah Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) kita yang merupakan peninggalan masa kolonialisasi Belanda yang melarang keras dilakukannya aborsi dengan alasan apapun sebagaimana diatur dalam pasal 283, 299 serta pasal 346 - 349. Sedangkan dalam UU Kesehatan No.23 tahun 1992 pasal 15 memberikan sedikit peluang untuk melakukan aborsi dengan catatan keadaan yang darurat demi menyelamatkan nyawa ibu atau janin yang dikandungnya. Namun UU Kesehatan ini tidak menjelaskan apa yang dimaksud dengan kondisi yang dikategorikan sebagai keadaan darurat. Jadi, sudah jelas bahwa UU kesehatan ini memberikan penjelasan yang membingungkan tentang tindakan aborsi dan bertentangan pada bagian penjelasannya yang mengatakan bahwa tindakan medis dalam bentuk pengguguran kandungan dengan alasan apapun, dilarang karena bertentangan dengan norma hukum, norma agama, norma kesusilaan, dan norma kesopanan.
Mengacu pada dua hukum di atas, dapat di ambil kesimpulan bahwa peraturan di Indonesia sama sekali tidak memberikan celah ataupun peluang untuk pelayanan aborsi dapat dilakukan. Ditambah lagi dengan sumpah dokter Indonesia yang masih mengikuti sumpah Hiprokrates “akan menghormati makhluk hidup insani sejak pembuahan dimulai.” Kondisi ini ternyata tidak mampu mencegah perempuan untuk mencari pelayanan penghentian kehamilan yang tidak diinginkan. Terlihat dari banyaknya permintaan tindakan ini dilakukan. Status ilegal aborsi ini justru menyebabkan banyak perempuan yang tidak mendapatkan akses pelayanan aborsi yang aman.
c. nilai
Nilai-nilai (values) adalah suatu keyakinan seseorang tentang penghargaan terhadap suatu standar atau pegangan yang mengarah pada sikap/perilaku seseorang. Sistem nilai dalam suatu organisasi adalah rentang nilai-nilai yang dianggap penting dan sering diartikan sebagai perilaku personal.
Individu tidak lahir dengan membawa nilai-nilai (values). Nilai-nilai ini diperoleh dan berkembang melalui informasi, lingkungan keluarga, serta budaya sepanjang perjalanan hidupnya. Mereka belajar dari keseharian dan menentukan tentang nilai-nilai mana yang benar dan mana yang salah. Untuk memahami perbedaan nilai-nilai kehidupan ini sangat tergantung pada situasi dan kondisi dimana mereka tumbuh dan berkembang. Nilai-nilai tersebut diambil dengan berbagai cara antara lain: (1) Model atau contoh, dimana individu belajar tentang nilai-nilai yang baik atau buruk melalui observasi perilaku keluarga, sahabat, teman sejawat dan masyarakat lingkungannya dimana dia bergaul; (2) Moralitas diperoleh dari keluarga, ajaran agama, sekolah, dan institusi tempatnya bekerja dan memberikan ruang dan waktu atau kesempatan kepada individu untuk mempertimbangkan nilai-nilai yang berbeda; (3) Sesuka hati adalah proses dimana adaptasi nilai-nilai ini kurang terarah dan sangat tergantung kepada nilai-nilai yang ada di dalam diri seseorang dan memilih serta mengembangkan sistem nilai-nilai tersebut menurut kemauan mereka sendiri. Hal ini lebih sering disebabkan karena kurangnya pendekatan, atau tidak adanya bimbingan atau pembinaan sehingga dapat menimbulkan kebingungan, dan konflik internal bagi individu tersebut; (4) Penghargaan dan Sanksi; Perlakuan yang biasa diterima seperti: mendapatkan penghargaan bila menunjukkan perilaku yang baik, dan sebaliknya akan mendapat sanksi atau hukuman bila menunjukkan perilaku yang tidak baik; (5) Tanggung jawab untuk memilih; adanya dorongan internal untuk menggali nilai-nilai tertentu dan mempertimbangkan konsekuensinya untuk diadaptasi. Disamping itu, adanya dukungan dan bimbingan dari seseorang yang akan menyempurnakan perkembangan sistem nilai dirinya sendiri.
Semakin disadari nilai-nilai profesional maka semakin timbul nilai-nilai moral yang dilakukan serta selalu konsisten untuk mempertahankannya. Bila dibicarakan dengan sejawat atau pasen dan ternyata tidak sejalan, maka seseorang merasa terjadi sesuatu yang kontradiktif dengan prinsip-prinsip yang dianutnya yaitu; penghargaan terhadap martabat manusia yang tidak terakomodasi dan sangat mungkin kita tidak lagi merasa nyaman. Oleh karena itu, klarifikasi nilai-nilai merupakan suatu proses dimana kita perlu meningkatkan serta konsisten bahwa keputusan yang diambil secara khusus dalam kehidupan ini untuk menghormati martabat manusia. Hal ini merupakan nilai-nilai positif yang sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari dan dalam masyarakat luas
d.norma
Norma berasal dari bahasa latin yakni norma, yang berarti penyikut atau siku-siku, suatu alat perkakas yang digunakan oleh tukang kayu. Dari sinilah kita dapat mengartikan norma sebagai pedoman, ukuran, aturan atau kebiasaan. Jadi norma ialah sesuatu yang dipakai untuk mengatur sesuatu yang lain atau sebuah ukuran. Dengan norma ini orang dapat menilai kebaikan atau keburukan suatu perbuatan.
Jadi secara terminologi kiat dapat mengambil kesimpulan menjadi dua macam. Norma menunjuk suatu teknik. Kedua, norma menunjukan suatu keharusan. Makna tersebut lebih kepada yang bersifat normatif.
Undang-Undang Kesehatan No. 23 Tahun 1992 pasal 15 seperti sedikit memberikan peluang dengan mengatakan bahwa dalam keadaan darurat sebagai upaya menyelamatkan jiwa ibu dan atau janin yang dikandungnya dapat diambil tindakan medis tertentu. Namun UU Kesehatan juga tidak menjelaskan apa yang dimaksud tindakan medis tertentu dan kondisi bagaimana yang dikategorikan sebagai keadaan darurat. Mungkin saja tindakan medis tertentu dapat diartikan sebagai aborsi, tapi bila memang itu yang dimaksud sesungguhnya aborsi bukan upaya untuk menyelamatkan jiwa janin tetapi justru menggugurkan janin. Selain itu juga, berarti isi pasal 15 ini bertentangan dengan bagian penjelasannya yang mengatakan bahwa tindakan medis dalam bentuk pengguguran kandungan dengan alasan apapun, dilarang karena bertentangan dengan norma hukum, norma agama, norma kesusilaan, dan norma kesopanan.
hernia diafragmatika
masih dari makalah remedial saya, kali ini pembahasan tentang hernia diafragmatika, yaitu organ perut yang masuk ke rongga dada
Hernia Diafragmatika
Pengertian
Hernia Diafragmatika merupakan penonjolan organ perut ke dalam rongga dada melalui suatu lubang pada diafragma.
Etiologi
Salah satu penyebab terjadinya hernia diafragma adalah trauma pada abdomen(perut), baik trauma penetrasi maupun trauma tumpul abdomen., baik pada anak-anak maupun orang dewasa. Mekanisme dari cedera dapat berupa cedera penetrasi langsung pada diafragma atau yang paling sering akibat trauma tumpul abdomen. Pada trauma tumpul abdomen, penyebab paling sering adalah akibat kecelakaan sepeda motor. Hal ini menyebabkan terjadi peningkatan tekanan intra abdominal yang dilanjutkan dengan adanya rupture pada otot-otot diafragma. Pada trauma penetrasi paling sering disebabkan oleh luka tembak senjata api dan luka tusuk senjata tajam. Sekitar 0,8-1,6 % dengan trauma tumpul pada abdomen mengalami rupture pada diafragma. Perbandingan insiden pada laki-laki dan perempuan sebesar 4:1.

Menurut lokasinya hernia diafragma traumatika 69 % pada sisi kiri, 24 % pada sisi kanan, dan 15 % terjadi bilateral. Hal ini terjadi karena adanya hati di sisi sebelah kanan yang berperan sebagai proteksi dan memperkuat struktur hemidiafragma sisi sebelah kanan. Organ abdomen yang dapat mengalami herniasi antara lain gaster(lambung), omentum, usus halus, kolon, limpa dan hepar(hati). Juga dapat terjadi hernia inkarserata maupun strangulata dari saluran cerna yang mengalami herniasi ke rongga toraks(dada) ini.
Tanda dan Gejala
Tanda dan Gejalanya berupa:
Gangguan pernafasan yang berat
Sianosis (warna kulit kebiruan akibat kekurangan oksigen)
Takipneu (laju pernafasan yang cepat)
Bentuk dinding dada kiri dan kanan tidak sama (asimetris)
Takikardia (denyut jantung yang cepat).
Lambung, usus dan bahkan hati dan limpa menonjol melalui hernia. Jika hernianya besar, biasanya paru-paru pada sisi hernia tidak berkembang secara sempurna.
Setelah lahir, bayi akan menangis dan bernafas sehingga usus segera terisi oleh udara. Terbentuk massa yang mendorong jantung sehingga menekan paru-paru dan terjadilah sindroma gawat pernafasan.
Hernia Diafragmatika
Pengertian
Hernia Diafragmatika merupakan penonjolan organ perut ke dalam rongga dada melalui suatu lubang pada diafragma.
Etiologi
Salah satu penyebab terjadinya hernia diafragma adalah trauma pada abdomen(perut), baik trauma penetrasi maupun trauma tumpul abdomen., baik pada anak-anak maupun orang dewasa. Mekanisme dari cedera dapat berupa cedera penetrasi langsung pada diafragma atau yang paling sering akibat trauma tumpul abdomen. Pada trauma tumpul abdomen, penyebab paling sering adalah akibat kecelakaan sepeda motor. Hal ini menyebabkan terjadi peningkatan tekanan intra abdominal yang dilanjutkan dengan adanya rupture pada otot-otot diafragma. Pada trauma penetrasi paling sering disebabkan oleh luka tembak senjata api dan luka tusuk senjata tajam. Sekitar 0,8-1,6 % dengan trauma tumpul pada abdomen mengalami rupture pada diafragma. Perbandingan insiden pada laki-laki dan perempuan sebesar 4:1.
Menurut lokasinya hernia diafragma traumatika 69 % pada sisi kiri, 24 % pada sisi kanan, dan 15 % terjadi bilateral. Hal ini terjadi karena adanya hati di sisi sebelah kanan yang berperan sebagai proteksi dan memperkuat struktur hemidiafragma sisi sebelah kanan. Organ abdomen yang dapat mengalami herniasi antara lain gaster(lambung), omentum, usus halus, kolon, limpa dan hepar(hati). Juga dapat terjadi hernia inkarserata maupun strangulata dari saluran cerna yang mengalami herniasi ke rongga toraks(dada) ini.
Tanda dan Gejala
Tanda dan Gejalanya berupa:
Gangguan pernafasan yang berat
Sianosis (warna kulit kebiruan akibat kekurangan oksigen)
Takipneu (laju pernafasan yang cepat)
Bentuk dinding dada kiri dan kanan tidak sama (asimetris)
Takikardia (denyut jantung yang cepat).
Lambung, usus dan bahkan hati dan limpa menonjol melalui hernia. Jika hernianya besar, biasanya paru-paru pada sisi hernia tidak berkembang secara sempurna.
Setelah lahir, bayi akan menangis dan bernafas sehingga usus segera terisi oleh udara. Terbentuk massa yang mendorong jantung sehingga menekan paru-paru dan terjadilah sindroma gawat pernafasan.
OMFALOKEL
masih dari makalah remedial IKA, kali ini tentang omfalokel, keadaan dimana bayi lahir dengan isi perut berada di luar. serem? emang. simak yuuu.
OMFALOKEL
Pengertian
Omfalokel merupakan kelainan berupa prostusi isi rongga perut ke luar dinding perut sekitar umbilicus, benjolan terbungkus dalam satu kantong. Dalam pengertian lain dikatakan bahwa omfalokel adalah penonjolan dari usus atau isi perut lainnya melalui akar pusar yang hanya dilapisi oleh peritoneum (selaput perut) dan tidak dilapisi oleh kulit.
Epidemiologi
Omfalokel terjadi pada 1 dari 5.000 kelahiran. Kasus ini dapat terlihat dari luar melalui selaput peritoneum yang tipis dan transparan (tembus pandang).
Etiologi
Penyebabnya tidak diketahui. Pada 25-40% bayi yang menderita omfalokel, disertai oleh kelainan bawaan lainnya, seperti kelainan kromosom, hernia diafragmatika dan kelainan jantung. Omfalokel dapat terjadi apabila kedua lipatan ektomesoderm lateral gagal bertemu di garis tengah abdomen antara minggu ketiga sampai keempat. Akibatnya, isi abdomen ditutupi hanya oleh kantong tipis berlapis dua yang terdiri dari amnion dan peritoneum, dan tali pusat berinsersi ke apeks kantung tersebut. Kelainan ini diakibatkan oleh aneuploidi pada 35 -65 % terutama trisomi 13,18, dan 20. Omfalokel dapat terjadi sebagai bagian dari suatu sindrom genetic, misalnya sindrom beckwith-weidemann atau pentalogis Cantrell (callen ,1994). Omfalokel juga disebabkan oleh anomali mayor lain pada 50-70% kasus. Romero dkk.(1988) melaporkan kelainan jantung(45%), anomaly genitauriner (40%), dan cacat tabung syaraf (40 %). Karena itu prognosis ditentukan tidak saja oleh ukuran cacat, tetapi juga etiologi dan kelainan yang menyertai. Ditemukannya omfalokel mengharuskan dilakukannya evaluasi janin yang lengkap, termasuk penentuan kariotipe.
Tanda dan Gejala
Terdapatnya usus dan organ perut lainnya yang menonjol keluar dinding perut di sekitar umbilicus. Lubang yang terbentuk bervariasi, tergantung kepada besarnya lubang di pusar. Jika lubangnya kecil, mungkin hanya usus yang menonjol tetapi jika lubangnya besar, hati juga bisa menonjol melalui lubang tersebut.
Patofisiologi
Pada janin usia 5 – 6 minggu isi abdomen terletak di luar embrio di rongga selom. Pada usia 10 minggu terjadi pengembangan lumen abdomen sehingga usus dari extra peritoneum akan masuk ke rongga perut. Bila proses ini terhambat maka akan terjadi kantong di pangkal umbilikus yang berisi usus, lambung kadang hati. Dindingnya tipis terdiri dari lapisan peritoneum dan lapisan amnion yang keduanya bening sehingga isi kantong tengah tampak dari luar, keadaan ini disebut omfalokel.
Diagnosis
Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan fisik, dimana isi perut terlihat dari luar melalui selaput peritoneum atau tampak kantong yang berisi usus dengan atau tanpa hati di garis tengah pada bayi yang baru lahir.
Komplikasi
Komplikasi dini merupakan infeksi pada kantong yang mudah terjadi pada permukaan yang telanjang. Kelainan kongenital dinding perut ini mungkin disertai kelainan bawaan lain yang memperburuk prognosis

Penatalaksanaan
Tindakan yang dapat dilakukan ialah dengan melindungi kantong omfalokel dengan cairan anti septik misalnya betadin dan menutupnya dengan kain dakron agar tidak tercemar. Setelah itu segera melaksanakan persiapan untuk merujuk ke Rumah Sakit untuk segera dilakukan pembedahan menutup omfalokel agar tidak terjadi cedera pada usus dan infeksi perut.
OMFALOKEL
Pengertian
Omfalokel merupakan kelainan berupa prostusi isi rongga perut ke luar dinding perut sekitar umbilicus, benjolan terbungkus dalam satu kantong. Dalam pengertian lain dikatakan bahwa omfalokel adalah penonjolan dari usus atau isi perut lainnya melalui akar pusar yang hanya dilapisi oleh peritoneum (selaput perut) dan tidak dilapisi oleh kulit.
Epidemiologi
Omfalokel terjadi pada 1 dari 5.000 kelahiran. Kasus ini dapat terlihat dari luar melalui selaput peritoneum yang tipis dan transparan (tembus pandang).
Etiologi
Penyebabnya tidak diketahui. Pada 25-40% bayi yang menderita omfalokel, disertai oleh kelainan bawaan lainnya, seperti kelainan kromosom, hernia diafragmatika dan kelainan jantung. Omfalokel dapat terjadi apabila kedua lipatan ektomesoderm lateral gagal bertemu di garis tengah abdomen antara minggu ketiga sampai keempat. Akibatnya, isi abdomen ditutupi hanya oleh kantong tipis berlapis dua yang terdiri dari amnion dan peritoneum, dan tali pusat berinsersi ke apeks kantung tersebut. Kelainan ini diakibatkan oleh aneuploidi pada 35 -65 % terutama trisomi 13,18, dan 20. Omfalokel dapat terjadi sebagai bagian dari suatu sindrom genetic, misalnya sindrom beckwith-weidemann atau pentalogis Cantrell (callen ,1994). Omfalokel juga disebabkan oleh anomali mayor lain pada 50-70% kasus. Romero dkk.(1988) melaporkan kelainan jantung(45%), anomaly genitauriner (40%), dan cacat tabung syaraf (40 %). Karena itu prognosis ditentukan tidak saja oleh ukuran cacat, tetapi juga etiologi dan kelainan yang menyertai. Ditemukannya omfalokel mengharuskan dilakukannya evaluasi janin yang lengkap, termasuk penentuan kariotipe.
Tanda dan Gejala
Terdapatnya usus dan organ perut lainnya yang menonjol keluar dinding perut di sekitar umbilicus. Lubang yang terbentuk bervariasi, tergantung kepada besarnya lubang di pusar. Jika lubangnya kecil, mungkin hanya usus yang menonjol tetapi jika lubangnya besar, hati juga bisa menonjol melalui lubang tersebut.
Patofisiologi
Pada janin usia 5 – 6 minggu isi abdomen terletak di luar embrio di rongga selom. Pada usia 10 minggu terjadi pengembangan lumen abdomen sehingga usus dari extra peritoneum akan masuk ke rongga perut. Bila proses ini terhambat maka akan terjadi kantong di pangkal umbilikus yang berisi usus, lambung kadang hati. Dindingnya tipis terdiri dari lapisan peritoneum dan lapisan amnion yang keduanya bening sehingga isi kantong tengah tampak dari luar, keadaan ini disebut omfalokel.
Diagnosis
Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan fisik, dimana isi perut terlihat dari luar melalui selaput peritoneum atau tampak kantong yang berisi usus dengan atau tanpa hati di garis tengah pada bayi yang baru lahir.
Komplikasi
Komplikasi dini merupakan infeksi pada kantong yang mudah terjadi pada permukaan yang telanjang. Kelainan kongenital dinding perut ini mungkin disertai kelainan bawaan lain yang memperburuk prognosis
Penatalaksanaan
Tindakan yang dapat dilakukan ialah dengan melindungi kantong omfalokel dengan cairan anti septik misalnya betadin dan menutupnya dengan kain dakron agar tidak tercemar. Setelah itu segera melaksanakan persiapan untuk merujuk ke Rumah Sakit untuk segera dilakukan pembedahan menutup omfalokel agar tidak terjadi cedera pada usus dan infeksi perut.
ATRESIA ESOPHAGUS
kali ini kita membahas tentang atresia esofagus (kerongkongan buntu/sempit). masih dari makalah ilmu kesehatan anak remedial saya.
ATRESIA ESOPHAGUS
Pengertian
- Esofagus/kerongkongan yang tidak terbentuk secara sempurna, kerongkongan menyempit dan buntu tidak tersambung dengan lambung sebagaimana mestinya.
- Atresia esophagus adalah tidak adanya kesinambungan esophagus secara congenital umumnya disertai fistula trakheo esophageal dan ditandai dengan salvias (pengeluaran air liur) berlebihan, tercekik, muntah bila makan, Cyanosis, dan dyspnea.
- Atresia esofagus merupakan suatu kelainan bawaan pada saluran pencernaan yang diseababkan karena penyumbatan bagian proksimal(atas) esofagus sedangkan bagian distal(bawah) berhubungan dengan trakea.
Beberapa penyebab yang diduga dapat mempengaruhi terjadinya kelainan atresia esofagus :
1. Faktor obat; Salah satu obat yang diketahui dapat menimbulkan kelainan kongenital ialah thalidomine
2. Faktor radiasi; Radiasi pada permulaan kehamilan mungkin dapat menimbulkan kelainan kongenital pada janian yang dapat mengakibatkan mutasi pada gen.
3. Faktor gizi; Penyelidikan menunjukan bahwa frekuensi kelainan congenital pada bayi-bayi yang dilahirkan oleh ibu yang kekurangan makanan
Secara epidemiologi anomaly ini terjadi pada umur kehamilan 3-6 minggu akibat =
1. Diferensiasi usus depan yang tidak sempurna dalam memisahkan diri untuk masing-masing menjadi esophagus dan trekea
2. Perkembangan sel endoteral yang tidak lengkap sehingga menyebabkan terjadinya atresia
3. Perlekatan dinding lateral usus depan yang tidak sempurna sehingga terjadi fistula trekeo esophagus. Faktor genetic tidak berperan dalam patogenesis ini
ATRESIA ESOPHAGUS
Pengertian
- Esofagus/kerongkongan yang tidak terbentuk secara sempurna, kerongkongan menyempit dan buntu tidak tersambung dengan lambung sebagaimana mestinya.
- Atresia esophagus adalah tidak adanya kesinambungan esophagus secara congenital umumnya disertai fistula trakheo esophageal dan ditandai dengan salvias (pengeluaran air liur) berlebihan, tercekik, muntah bila makan, Cyanosis, dan dyspnea.
- Atresia esofagus merupakan suatu kelainan bawaan pada saluran pencernaan yang diseababkan karena penyumbatan bagian proksimal(atas) esofagus sedangkan bagian distal(bawah) berhubungan dengan trakea.
Beberapa penyebab yang diduga dapat mempengaruhi terjadinya kelainan atresia esofagus :
1. Faktor obat; Salah satu obat yang diketahui dapat menimbulkan kelainan kongenital ialah thalidomine
2. Faktor radiasi; Radiasi pada permulaan kehamilan mungkin dapat menimbulkan kelainan kongenital pada janian yang dapat mengakibatkan mutasi pada gen.
3. Faktor gizi; Penyelidikan menunjukan bahwa frekuensi kelainan congenital pada bayi-bayi yang dilahirkan oleh ibu yang kekurangan makanan
Secara epidemiologi anomaly ini terjadi pada umur kehamilan 3-6 minggu akibat =
1. Diferensiasi usus depan yang tidak sempurna dalam memisahkan diri untuk masing-masing menjadi esophagus dan trekea
2. Perkembangan sel endoteral yang tidak lengkap sehingga menyebabkan terjadinya atresia
3. Perlekatan dinding lateral usus depan yang tidak sempurna sehingga terjadi fistula trekeo esophagus. Faktor genetic tidak berperan dalam patogenesis ini
LABIOSKIZIS / CELAH BIBIR
kali ini kita akan membahas tentang celah bibir atau bibir sumbing. diambil dari tugas makalah ilmu kesehatan anak. sebenernya sih makalah remedial saya, whehehehehe.
Labioskizis/Labiopalatoskizis yaitu kelainan kotak palatine (bagian depan serta samping muka serta langit-langit mulut) tidak menutup dengan sempurna. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya bibir sumbing. faktor tersebut antara lain , yaitu :
1. factor Genetik atau keturunan
Dimana material genetic dalam kromosom yang mempengaruhi/. Dimana dapat terjadi karena adaya adanya mutasi gen ataupun kelainan kromosom. Pada setiap sel yang normal mempunyai 46 kromosom yang terdiri dari 22 pasang kromosom non-sex ( kromosom 1 s/d 22 ) dan 1 pasang kromosom sex ( kromosom X dan Y ) yang menentukan jenis kelamin. Pada penderita bibir sumbing terjadi Trisomi 13 atau Sindroma Patau dimana ada 3 untai kromosom 13 pada setiap sel penderita, sehingga jumlah total kromosom pada tiap selnya adalah 47. Jika terjadi hal seperti ini selain menyebabkan bibir sumbing akan menyebabkan gangguan berat pada perkembangan otak, jantung, dan ginjal. Namun kelainan ini sangat jarang terjadi dengan frekuensi 1 dari 8000-10000 bayi yang lahir.
2. Kurang Nutrisi contohnya defisiensi Zn dan B6, vitamin C pada waktu hamil, kekurangan asam folat.
3. Radiasi
4. Terjadi trauma pada kehamilan trimester pertama.
5. Infeksi pada ibu yang dapat mempengaruhi janin contohnya seperti infeksi Rubella dan Sifilis, toxoplasmosis dan klamidia
6. Pengaruh obat teratogenik, termasuk jamu dan kontrasepsi hormonal, akibat toksisitas selama kehamilan, misalnya kecanduan alkohol, terapi penitonin
7. Multifaktoral dan mutasi genetic
8. Diplasia ektodermal
Cacat terbentuk pada trimester pertama kehamilan, prosesnya karena tidak terbentuknya mesoderm, pada daerah tersebut sehingga bagian yang telah menyatu (proses nasalis dan maksilaris) pecah kembali.
Labioskizis terjadi akibat fusi atau penyatuan prominen maksilaris dengan prominen nasalis medial yang diikuti disfusi kedua bibir, rahang, dan palatum pada garis tengah dan kegagalan fusi septum nasi. Gangguan fusi palatum durum serta palatum mole terjadi sekitar kehamilan ke-7 sampai 12 mgg
Klasifikasi
1. Berdasarkan organ yang terlibat
a. Celah di bibir (labioskizis)
b. Celah di gusi (gnatoskizis)
c. Celah di langit (palatoskizis)
d. Celah dapat terjadi lebih dari satu organ mis = terjadi di bibir dan langit-langit (labiopalatoskizis)
2. Berdasarkan lengkap/tidaknya celah terbentuk
Tingkat kelainan bibr sumbing bervariasi, mulai dari yang ringan hingga yang berat. Beberapa jenis bibir sumbing yang diketahui adalah :
a. Unilateral Incomplete. Jika celah sumbing terjadi hanya disalah satu sisi bibir dan tidak memanjang hingga ke hidung.
b. Unilateral Complete. Jika celah sumbing yang terjadi hanya disalah satu sisi bibir dan memanjang hingga ke hidung.
c. Bilateral Complete. Jika celah sumbing terjadi di kedua sisi bibir dan memanjang hingga ke hidung.
GEJALA DAN TANDA
Ada beberapa gejala dari bibir sumbing yaitu :
1. Terjadi pemisahan langit – langit
2. Terjadi pemisahan bibir
3. Terjadi pemisahan bibir dan langit – langit.
4. Infeksi telinga berulang.
5. Berat badan tidak bertambah.
6. Pada bayi terjadi regurgitasi nasal ketika menyusui yaitu keluarny air susu dari hidung.
DIAGNOSIS
Untuk mendiagnosa terjadi celah sumbing pada bayi setelah lahir mudah karena pada celah sumbing mempunyai ciri fisik yang spesifik. Sebetulnya ada pemeriksaan yang dapat digunakan untuk mengetahui keadaan janin apakah terjadi kelainan atau idak. Walaupun pemeriksaan ini tidak sepenuhya spesifik. Ibu hamil dapat memeriksakan kandungannya dengan menggunakaan USG.
Komplikasi
Keadaan kelaianan pada wajah seperti bibir sumbing ada beberapa komplikasi karenannya, yaitu ;
1. Kesulitan makan; dalami pada penderita bibir sumbing dan jika diikuti dengan celah palatum. memerlukan penanganan khusus seperti dot khusus, posisi makan yang benar dan juga kesabaran dalam memberi makan pada bayi bibir sumbing
2. Infeksi telinga dan hilangnya Dikarenakan tidak berfungsi dengan baik saluran yang menghubungkan telinga tengah dengan kerongkongan dan jika tidak segera diatasi makan akan kehilangan pendengaran.
3. Kesulitan berbicara. Otot – otot untuk berbicara mengalami penurunan fungsi karena adanya celah. Hal ini dapat mengganggu pola berbicara bahkan dapat menghambatnya
4. Masalah gigi. Pada celah bibir gigi tumbuh tidak normal atau bahkan tidak tumbuh, sehingga perlu perawatan dan penanganan khusus.
Labioskizis/Labiopalatoskizis yaitu kelainan kotak palatine (bagian depan serta samping muka serta langit-langit mulut) tidak menutup dengan sempurna. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya bibir sumbing. faktor tersebut antara lain , yaitu :
1. factor Genetik atau keturunan
Dimana material genetic dalam kromosom yang mempengaruhi/. Dimana dapat terjadi karena adaya adanya mutasi gen ataupun kelainan kromosom. Pada setiap sel yang normal mempunyai 46 kromosom yang terdiri dari 22 pasang kromosom non-sex ( kromosom 1 s/d 22 ) dan 1 pasang kromosom sex ( kromosom X dan Y ) yang menentukan jenis kelamin. Pada penderita bibir sumbing terjadi Trisomi 13 atau Sindroma Patau dimana ada 3 untai kromosom 13 pada setiap sel penderita, sehingga jumlah total kromosom pada tiap selnya adalah 47. Jika terjadi hal seperti ini selain menyebabkan bibir sumbing akan menyebabkan gangguan berat pada perkembangan otak, jantung, dan ginjal. Namun kelainan ini sangat jarang terjadi dengan frekuensi 1 dari 8000-10000 bayi yang lahir.
2. Kurang Nutrisi contohnya defisiensi Zn dan B6, vitamin C pada waktu hamil, kekurangan asam folat.
3. Radiasi
4. Terjadi trauma pada kehamilan trimester pertama.
5. Infeksi pada ibu yang dapat mempengaruhi janin contohnya seperti infeksi Rubella dan Sifilis, toxoplasmosis dan klamidia
6. Pengaruh obat teratogenik, termasuk jamu dan kontrasepsi hormonal, akibat toksisitas selama kehamilan, misalnya kecanduan alkohol, terapi penitonin
7. Multifaktoral dan mutasi genetic
8. Diplasia ektodermal
Cacat terbentuk pada trimester pertama kehamilan, prosesnya karena tidak terbentuknya mesoderm, pada daerah tersebut sehingga bagian yang telah menyatu (proses nasalis dan maksilaris) pecah kembali.
Labioskizis terjadi akibat fusi atau penyatuan prominen maksilaris dengan prominen nasalis medial yang diikuti disfusi kedua bibir, rahang, dan palatum pada garis tengah dan kegagalan fusi septum nasi. Gangguan fusi palatum durum serta palatum mole terjadi sekitar kehamilan ke-7 sampai 12 mgg
Klasifikasi
1. Berdasarkan organ yang terlibat
a. Celah di bibir (labioskizis)
b. Celah di gusi (gnatoskizis)
c. Celah di langit (palatoskizis)
d. Celah dapat terjadi lebih dari satu organ mis = terjadi di bibir dan langit-langit (labiopalatoskizis)
2. Berdasarkan lengkap/tidaknya celah terbentuk
Tingkat kelainan bibr sumbing bervariasi, mulai dari yang ringan hingga yang berat. Beberapa jenis bibir sumbing yang diketahui adalah :
a. Unilateral Incomplete. Jika celah sumbing terjadi hanya disalah satu sisi bibir dan tidak memanjang hingga ke hidung.
b. Unilateral Complete. Jika celah sumbing yang terjadi hanya disalah satu sisi bibir dan memanjang hingga ke hidung.
c. Bilateral Complete. Jika celah sumbing terjadi di kedua sisi bibir dan memanjang hingga ke hidung.
GEJALA DAN TANDA
Ada beberapa gejala dari bibir sumbing yaitu :
1. Terjadi pemisahan langit – langit
2. Terjadi pemisahan bibir
3. Terjadi pemisahan bibir dan langit – langit.
4. Infeksi telinga berulang.
5. Berat badan tidak bertambah.
6. Pada bayi terjadi regurgitasi nasal ketika menyusui yaitu keluarny air susu dari hidung.
DIAGNOSIS
Untuk mendiagnosa terjadi celah sumbing pada bayi setelah lahir mudah karena pada celah sumbing mempunyai ciri fisik yang spesifik. Sebetulnya ada pemeriksaan yang dapat digunakan untuk mengetahui keadaan janin apakah terjadi kelainan atau idak. Walaupun pemeriksaan ini tidak sepenuhya spesifik. Ibu hamil dapat memeriksakan kandungannya dengan menggunakaan USG.
Komplikasi
Keadaan kelaianan pada wajah seperti bibir sumbing ada beberapa komplikasi karenannya, yaitu ;
1. Kesulitan makan; dalami pada penderita bibir sumbing dan jika diikuti dengan celah palatum. memerlukan penanganan khusus seperti dot khusus, posisi makan yang benar dan juga kesabaran dalam memberi makan pada bayi bibir sumbing
2. Infeksi telinga dan hilangnya Dikarenakan tidak berfungsi dengan baik saluran yang menghubungkan telinga tengah dengan kerongkongan dan jika tidak segera diatasi makan akan kehilangan pendengaran.
3. Kesulitan berbicara. Otot – otot untuk berbicara mengalami penurunan fungsi karena adanya celah. Hal ini dapat mengganggu pola berbicara bahkan dapat menghambatnya
4. Masalah gigi. Pada celah bibir gigi tumbuh tidak normal atau bahkan tidak tumbuh, sehingga perlu perawatan dan penanganan khusus.
CPD - CEPHALOPELVIC DISPROPORTION
berikut akan dijelaskan tentang CPD. diambil dari makalah saya. agak panjang. silahkan disimak.
Seperti yang kita ketahui, panggul terdiri dari empat jenis,yaitu
* Ginekoid, adalah jenis panggul "ideal" yang dimiliki oleh sekitar 45% perempuan. Bentuk pintu atas panggulnya hampir bulat, melintang kiri dan kanan mirip lingkaran, sementara dinding sampingnya lurus.
* Android, hanya 15% perempuan yang memiliki panggul jenis ini. Bentuk pintu atasnya menyerupai segitiga. Dinding samping panggul membentuk sudut yang semakin menyempit ke bawah.
* Antropoid, bentuknya lonjong seperti telur ke arah depan. Dinding samping panggul berbentuk lurus. Wanita yang memiliki jenis panggul ini diperkirakan mencapai 35%.
* Platipelloid, bentuk pintu atas panggul seperti kacang atau ginjal. Dinding samping panggul membentuk sudut yang makin lebar ke arah bawah. Ada 5% perempuan yang memilikinya.
Namun jenis- jenis panggul berhubungan dengan faktor-faktor ras dan sosial ekonomi, frekuensi dan ukuran jenis panggul berbeda-beda di setiap bangsa. Sebagai contohnya, ukuran standar untuk panggul wanita Eropa berbeda dengan wannita Asia.
Pada panggul dengan ukuran normal, kelahiran per vaginaan janin dengan berat badan yang normal tidak akan mengalami kesukaran. Akan tetapi karena pengaruh gizi, lingkungan atau hal-hal lain, ukuran-ukuran panggul dapat menjadi lebih kecil daripada standar normal,sehingga bisa terjadi kesulitan dalam persalinan per vaginaan. Terutama kelainan pada panggul android dapat menimbulkan distosia yang sukar diatasi. Di samping panggul-panggul sempit karena ukuran pada empat jenis pokok tersebut di atas kurang dari normal, terdapat pula panggul-panggul sempit yang lain, yang umumnya juga disertai perubahan dalam bentuknya.
Cara paling mudah untuk memprediksi apakah seorang wanita berpanggul sempit atau tidak, adalah melalui tinggi badannya. Wanita dengan tinggi kurang dari 145 cm berpotensi lebih tinggi untuk memiliki panggul sempit. Tetapi pada dasarnya jika tinggi badan kurang dari 145 cm pun, jika ukuran kepala dan tubuh bayi kecil, misalnya seperti pada bayi lahir prematur dengan usia kehamilan 6-7 bulan, maka persalinan normal masih dimungkinkan. Sebaliknya, jika tinggi badan lebih dari 145 cm pun, jika ada kondisi-kondisi tertentu, bisa saja memiliki kendala untuk melahirkan normal. Kendala-kendala tersebut antara lain :
• Ukuran kepala bayi. Jika ukuran kepala dan badan terlampau besar melebihi ukuran jalan lahir (panggul) ibu, walaupun ibu tergolong tinggi tetap saja Anda harus melahirkan melalui bedah sesar.
• Kelainan panggul, tipe panggul ginekoid (panggul normal wanita) dapat melahirkan secara vaginal sedangkan tipe panggul lain tidak dapat seperti panggul yang tidak simetris, dan android (panggul pria)
• Kelainan letak bayi, jika posisi bayi tidak sesuai seperti yang diharapkan tentu akan menyulitkan persalinan.
Mengukur Panggul
Waktu paling tepat untuk mengukur panggul adalah saat kehamilan berusia 36 minggu. Pada saat itu, dokter dapat menentukan kemungkinan Anda untuk dapat melahirkan secara normal. Pengukuran terutama menyangkut diameter maupun luas masing-masing pintu panggul. Semakin luas panggul Anda, teorinya semakin mudah pula bayi keluar. Sebaliknya, semakin sempit panggulnya, maka makin besar kemungkinan timbulnya kesulitan dalam persalinan.
Pemeriksaan dilakukan meliputi :
• Pemeriksaan Secara Klinis. Teknisnya dokter akan memasukkan dua jarinya (jari telunjuk dan tengah) ke jalan lahir hingga menyentuh bagian tulang belakang/promontorium. Setelah itu, dokter akan menghitung jarak dari tulang kemaluan hingga promontorium untuk mengetahui ukuran pintu atas panggul dan pintu tengah panggul. Jarak minimal antara tulang kemaluan dengan promontorium adalah 11 cm. Panggul tengah di ukur dengan cara memeriksa spina ischiadika atau tonjolan tulang panggul yang teraba menonjol atau tidak, dan sudut tulang kemaluan lebih dari 90 derajat dan intertuberosum lebih dari 8 cm untuk mengetahui panggul bawah luas.
• Pemeriksaan Radiologi/ rontgen. Dilakukan dengan cara memotret panggul ibu, menggunakan alat rontgen. Hasil foto kemudian dianalisa untuk mengetahui ukuran panggul. Mulai dari pintu atas panggul, pintu tengah panggul, dan pintu bawah panggul.
Dalam Obstetri yang terpenting bukan panggul sempit secara anatomis melainkan panggul sempit secara fungsional artinya perbandingan antara kepala dan panggul. Kondisi panggul sempit dikenal pula dengan sebutan Cephalopelvic Disproportion (CPD). Berdasarkan data American College of Nurse Midwives (ACNM), CPD ditemukan pada 1 dari 250 kehamilan. CPD terjadi jika kepala bayi atau ukuran tubuh bayi lebih besar daripada luas panggul ibu. Sehingga dalam proses persalinan, bayi tidak mungkin dapat melewati panggul ibu, Jika telah diketahui adanya kondisi CPD, maka jalan paling aman untuk melahirkan adalah melalui bedah cesar.
v Persangkaan Panggul sempit
Seorang harus ingat akan kemungkinan panggul sempit kalau :
1. Aprimipara kepala anak belum turun setelah minggu ke 36
2. Pada primipara ada perut menggantung
3. pada multipara persalinan yang dulu – dulu sulit
4. kelainan letak pada hamil tua
5. kelainan bentuk badan (Cebol, scoliose,pincang dan lain-lain)
v Kesempitan panggul dibagi sebagai berikut :
1. Kesempitan pintu atas panggul
2. kesempitan panggul tengah
3. kesempitan pintu bawah panggul
Ø Kesempitan pintu atas panggul
Pintu atas panggul dianggap sempit kalau konjugata vera kurang dari 10 cm atau kalau diameter transversa kurang dari 12 cm. kesempitan pada konjugata vera (panggul picak) umumnya lebih menguntungkan daripada kesempitan pada semua ukuran (panggul sempit seluruhnya). Oleh karena pada panggul sempit kemungkinan lebih besar bahwa kepala tertahan oleh pintu atas panggul, maka dalam hal ini serviks uteri kurang mengalami tekanan kepala. Hal ini dapat mengakibatkan inersia uteriserta lambannnya pendataran dan pembukaan serviks. Apabila pada panggul sempit pintu atas panggul tidak tertutup dengan sempurna oleh kepala janin, ketuban bisa pecah pada pembukaan kecil dan ada bahaya pula terjadinya prolapsus funikuli. Pada panggul picak turunnya belakang kepala bias tertahan dennga akibat terjadinya defleksi kepala, sedang pada panggul sempit seluruhnya ditemukan rintangan pada semua ukuran; kepala memasuki rongga panggul dengan hiperfleksi.
Ø Kesempitan panggul tengah
Dengan sacrum melengkung sempurna, dinding-dinding panggul tidak berkonvergensi, foramen iskiadikum mayor cukup luas, dan spina iskiadika tidak menonjol ke dalam, dapat diharapkan bahwa panggul tengah tidak akan menyebabkan rintangan bagi lewatnya kepala janin. Apabila ukurannya kurang dari 9,5 cm, perlu kita waspada terhadap kemungkinan kesukaran pada persalinan, apalagi bila diameter sagitalis posterior juga pendek. Pada panggul tengah yang sempit, lebih sering ditemukan posisi oksipitalis posterior persisten atau presentasi kepala dalam posisi lintang tetap (transverse arrest).
Ø Kesempitan pintu bawah panggul
Pintu bawah panggul merurpakan bidang yang tidak datar, tetapi terdiri atas segitiga depan dan segitiga belakang yang mempunyai dasar yang sama, yakni distansia tuberum. Apabila ukuran yang terakhir ini lebih kecil daripada biasa, maka sudut arkus pubis mengecil pula(kurang dari 80°). Agar kepala janin dapat lahir, diperlukan ruangan yang lebih besar pada bagian belakang pintu bawah panggul. Dengan diameter sagitalis posterior yang cukup panjang persalinan per vaginaan dapat dilaksanakan, walaupun dengan perlukaan luas pada perineum.
Prognosis
Apabila persalinan dengan disproporsi sefalopelvik dibiarkan berlangsung sendiri tanpa pengambilan tindakan yang tepat, timbul bahaya bagi ibu dan janin.
Ø Bahaya bagi ibu
· Partus lama seringkali disertai pecahnya ketuban pada pembukaan kecil, dapat menimbulkan dehidrasi serta asidosis, dan infeksi intrapartum.
· Dengan his yang kuat, sedang kemajuan janin dalam jalan lahir tertahan, dapat timbul regangan segmen bawah uterus dan pembentukan lingkaran retraksi patologik. Keadaan ini terkenal dengan nama rupture uteri mengancam; apalagi jika tidak segera diambil tindakan untuk mengurangi regangan maka akan timbul rupture uteri (robek uterus).
· Dengan persalinan tidak maju karena disproporsi sefalipelvik, jalan lahir pada suatu tempat mengalami tekanan yang lama antara kepala janin dan tulang panggul. Hal itu menimbulkan gangguan sirkulasi dengan akibat terjadinya iskemia dan kemudian nekrosis pada tempat tersebut. Beberapa hari post partum akan terjadi fistula vesikoservikalis, atau fistula vesikovaginalis, atau fistula rektovaginalis.
Ø Bahaya bagi janin
· Partus lama dapat meningkatkan kematian perinatal,apalgi jika ditambah dengan infeksi intrapartum.
· Prolapsus funikuli, apabila terjadi, mengandung bahaya yang sangat besar bagi janin dan harus diusahakan kelahirannya dengan segera apabila ia masih hidup.
· Dengan adanya disproporsi sefalopelvik kepala janin dapat melewati rintangan pada panggul dengan mengadakan moulage. Moulage dapat dialami oleh kepala janin tanpa akibat ynag jelek sampai batas-batas tertentu, akan tetapi apabila batas-batas tersebut terlampaui, terjadi sobekan padatentorium serebelli dan perdarahan intracranial
· Selanjutnya tekanan oleh promontorium terkadang oleh simfisis pada panggul picak menyebabkan perlukaan pada jaringan di atas tulang kepala janin, selain itu dapat pulabmenimbulkan fraktur pada os parietalis.
PENANGANAN
Dewasa ini 2 tindakan dalam penanganan disproporsi sefalopelvikyang dahulu banyak dilakukan tidak diselenggarakan lagi. Cunam tinggi dengan menggunakan axis-traction forceps dahulu dilakukan untuk membawa kepala janin – yang dengan ukuran besarnya belum melewati pintu atas panggul – ke dalam rongga panggul dan terus keluar. Tindakan ini ini sangat berbahaya bagi janin dan ibu, kini diganti oleh seksio sesarea yang jauh lebih aman. Induksi partus prematurus umumnya juga tidak dilakukan lagi. Keberatan tindakan ini ialah kesulitan untuk menetapkan apakan janin walaupun belum cukup bulan, sudah cukup tua dan besar untuk hidup dengan selamat di luar tubuh ibu dan apakah kepala janin dapat dengan aman melewati kesempitan pada panggul ibu.
Selain seksio sesarea, dapat pula dilakukan partus percobaan, simfisiotomia dan karsiotomia. Namun simfisiotomia jarang sekali dilakukan di Indonesia, sedangkan kraniotomia hanya dilakukan pada janin mati.
v Seksio sesarea
Seksio sesarea dapat dilakukan secar elektif atau primer, yakni sebelum persalinan mulai atau pada awal persalinan, dan secara sekunder, yakni sesudah persalinan berlangsung selama beberapa waktu.
eksio sesarea elektif direncanakan lebih dahulu dan dilakukan pada kehamilan cukup bulan karena kesempitan panggul yang cukup berat, atau karena terdpat disproporsi sefalopelvik yang nyata. Selain itu seksio tersebut diselenggarakan pada kesempitan ringan apabila ada factor-faktor lain yang merupakan komplikasi, seperti primigrvida tua, kelainan letak janin yang tidak dapat diperbaiki, kehamilan pada wanita yang mengalami masa infertilitas yang lama, penyakit jantung dan lain-lain.
Seksio sesarea sekundar dilakukan karena persalinan percobaan dianggap gagal, atau karena timbul indikasi untuk menyelesaikan persalinan selekas mungkin, sedang syarat-syarat untuk persalinan per vaginam tidak atau belum dipenuhi.
v Persalinan percobaan
Setelah pada panggul sempit berdasarkan pemeriksaan yang teliti pada hamil tua diadakan penilaian tentang bentuk serta ukuran-ukuran panggul dalam semua bidang dan hubungan antara kepala janin dan panggul, dan setelah dicapai kesimpulan bahwa ada harapan bahwa persalinan dapat berlangsung per vaginam dengan selamat, dapat diambil keputusan untuk menyelenggarakan persalinan percobaan. Dengan demikian persalinan ini merupakan suatu test terhadap kekuatan his dan daya akomodasi, termasuk moulage kepala janin; kedua fakto ini tidak dapat diketahui sebelum persalinan berlangsung selama beberapa waktu.
Pemilihan kasus-kasus untuk persalinan percobaan harus dilakukan dengan cermat. Di atas sudah dibahas indikasi-indikasi untuk seksio sesarea elektif; keadaan-keadaan ini dengan sendirinya merupakan kontra indikasi untuk persalinan percobaan. Selain itu, janin harus berada dalam presentasi kepala dan tuanya kehamilan tidak lebih dari 42 minggu. Karena kepala janin bertambah besar serta lebih sukar mengadakan moulage, dan berhubung dengan kemungkinan adanya disfungsi plasenta, janin mungkin kurang mampu mengatasi kesukaran yang dapat timbul pada persalina percobaan. Perlu disadari pula bahwa kesempitan panggul dalam satu bidang, seperti pada panggul picak, lebih menguntungkan daripada kesempitan dalam beberapa bidang. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:
§ Pengawasan terhadap keadaan ibu dan janin. Pada persalina yang agak lama perlu dijaga agar tidak terjadi dehidrasi dan asidosis
§ Pengawasan terhadap turunnya kepala janin dalam rongga panggul. Karena kesempitan pada panggul tidak jarang dapat menyebabkan gangguan pada pembukaan serviks
§ Menentukan berapa lama partus percobaan dapat berlangsung
v Simfisiotomi
Simfisotomi ialah tindakan untuk memisahkan tulang panggul kiri dari tulang panggul kanan pada simfisis agar rongga panggul menjadi lebih luas. Tindakan ini tidak banyak lagi dilakukan karena terdesak oleh seksio sesarea. Satu-satunya indikasi ialah apabila pada panggul sempit dengan janin masih hidup terdapat infeksi intrapartum berat, sehingga seksio sesarea dianggap terlalu berbahaya.
v Kraniotomi
Pada persalinan yang dibiarkan berlarut-berlarut dan dengan janin sudah meninggal, sebaiknya persalina diselesaikan dengan kraniotomi dan kranioklasi. Hanya jika panggul demikian sempitnya sehingga janin tidak dapat dilahirkan dengan kraniotomi, terpaksa dilakukan seksio sesarea.
Seperti yang kita ketahui, panggul terdiri dari empat jenis,yaitu
* Ginekoid, adalah jenis panggul "ideal" yang dimiliki oleh sekitar 45% perempuan. Bentuk pintu atas panggulnya hampir bulat, melintang kiri dan kanan mirip lingkaran, sementara dinding sampingnya lurus.
* Android, hanya 15% perempuan yang memiliki panggul jenis ini. Bentuk pintu atasnya menyerupai segitiga. Dinding samping panggul membentuk sudut yang semakin menyempit ke bawah.
* Antropoid, bentuknya lonjong seperti telur ke arah depan. Dinding samping panggul berbentuk lurus. Wanita yang memiliki jenis panggul ini diperkirakan mencapai 35%.
* Platipelloid, bentuk pintu atas panggul seperti kacang atau ginjal. Dinding samping panggul membentuk sudut yang makin lebar ke arah bawah. Ada 5% perempuan yang memilikinya.
Namun jenis- jenis panggul berhubungan dengan faktor-faktor ras dan sosial ekonomi, frekuensi dan ukuran jenis panggul berbeda-beda di setiap bangsa. Sebagai contohnya, ukuran standar untuk panggul wanita Eropa berbeda dengan wannita Asia.
Pada panggul dengan ukuran normal, kelahiran per vaginaan janin dengan berat badan yang normal tidak akan mengalami kesukaran. Akan tetapi karena pengaruh gizi, lingkungan atau hal-hal lain, ukuran-ukuran panggul dapat menjadi lebih kecil daripada standar normal,sehingga bisa terjadi kesulitan dalam persalinan per vaginaan. Terutama kelainan pada panggul android dapat menimbulkan distosia yang sukar diatasi. Di samping panggul-panggul sempit karena ukuran pada empat jenis pokok tersebut di atas kurang dari normal, terdapat pula panggul-panggul sempit yang lain, yang umumnya juga disertai perubahan dalam bentuknya.
Cara paling mudah untuk memprediksi apakah seorang wanita berpanggul sempit atau tidak, adalah melalui tinggi badannya. Wanita dengan tinggi kurang dari 145 cm berpotensi lebih tinggi untuk memiliki panggul sempit. Tetapi pada dasarnya jika tinggi badan kurang dari 145 cm pun, jika ukuran kepala dan tubuh bayi kecil, misalnya seperti pada bayi lahir prematur dengan usia kehamilan 6-7 bulan, maka persalinan normal masih dimungkinkan. Sebaliknya, jika tinggi badan lebih dari 145 cm pun, jika ada kondisi-kondisi tertentu, bisa saja memiliki kendala untuk melahirkan normal. Kendala-kendala tersebut antara lain :
• Ukuran kepala bayi. Jika ukuran kepala dan badan terlampau besar melebihi ukuran jalan lahir (panggul) ibu, walaupun ibu tergolong tinggi tetap saja Anda harus melahirkan melalui bedah sesar.
• Kelainan panggul, tipe panggul ginekoid (panggul normal wanita) dapat melahirkan secara vaginal sedangkan tipe panggul lain tidak dapat seperti panggul yang tidak simetris, dan android (panggul pria)
• Kelainan letak bayi, jika posisi bayi tidak sesuai seperti yang diharapkan tentu akan menyulitkan persalinan.
Mengukur Panggul
Waktu paling tepat untuk mengukur panggul adalah saat kehamilan berusia 36 minggu. Pada saat itu, dokter dapat menentukan kemungkinan Anda untuk dapat melahirkan secara normal. Pengukuran terutama menyangkut diameter maupun luas masing-masing pintu panggul. Semakin luas panggul Anda, teorinya semakin mudah pula bayi keluar. Sebaliknya, semakin sempit panggulnya, maka makin besar kemungkinan timbulnya kesulitan dalam persalinan.
Pemeriksaan dilakukan meliputi :
• Pemeriksaan Secara Klinis. Teknisnya dokter akan memasukkan dua jarinya (jari telunjuk dan tengah) ke jalan lahir hingga menyentuh bagian tulang belakang/promontorium. Setelah itu, dokter akan menghitung jarak dari tulang kemaluan hingga promontorium untuk mengetahui ukuran pintu atas panggul dan pintu tengah panggul. Jarak minimal antara tulang kemaluan dengan promontorium adalah 11 cm. Panggul tengah di ukur dengan cara memeriksa spina ischiadika atau tonjolan tulang panggul yang teraba menonjol atau tidak, dan sudut tulang kemaluan lebih dari 90 derajat dan intertuberosum lebih dari 8 cm untuk mengetahui panggul bawah luas.
• Pemeriksaan Radiologi/ rontgen. Dilakukan dengan cara memotret panggul ibu, menggunakan alat rontgen. Hasil foto kemudian dianalisa untuk mengetahui ukuran panggul. Mulai dari pintu atas panggul, pintu tengah panggul, dan pintu bawah panggul.
Dalam Obstetri yang terpenting bukan panggul sempit secara anatomis melainkan panggul sempit secara fungsional artinya perbandingan antara kepala dan panggul. Kondisi panggul sempit dikenal pula dengan sebutan Cephalopelvic Disproportion (CPD). Berdasarkan data American College of Nurse Midwives (ACNM), CPD ditemukan pada 1 dari 250 kehamilan. CPD terjadi jika kepala bayi atau ukuran tubuh bayi lebih besar daripada luas panggul ibu. Sehingga dalam proses persalinan, bayi tidak mungkin dapat melewati panggul ibu, Jika telah diketahui adanya kondisi CPD, maka jalan paling aman untuk melahirkan adalah melalui bedah cesar.
v Persangkaan Panggul sempit
Seorang harus ingat akan kemungkinan panggul sempit kalau :
1. Aprimipara kepala anak belum turun setelah minggu ke 36
2. Pada primipara ada perut menggantung
3. pada multipara persalinan yang dulu – dulu sulit
4. kelainan letak pada hamil tua
5. kelainan bentuk badan (Cebol, scoliose,pincang dan lain-lain)
v Kesempitan panggul dibagi sebagai berikut :
1. Kesempitan pintu atas panggul
2. kesempitan panggul tengah
3. kesempitan pintu bawah panggul
Ø Kesempitan pintu atas panggul
Pintu atas panggul dianggap sempit kalau konjugata vera kurang dari 10 cm atau kalau diameter transversa kurang dari 12 cm. kesempitan pada konjugata vera (panggul picak) umumnya lebih menguntungkan daripada kesempitan pada semua ukuran (panggul sempit seluruhnya). Oleh karena pada panggul sempit kemungkinan lebih besar bahwa kepala tertahan oleh pintu atas panggul, maka dalam hal ini serviks uteri kurang mengalami tekanan kepala. Hal ini dapat mengakibatkan inersia uteriserta lambannnya pendataran dan pembukaan serviks. Apabila pada panggul sempit pintu atas panggul tidak tertutup dengan sempurna oleh kepala janin, ketuban bisa pecah pada pembukaan kecil dan ada bahaya pula terjadinya prolapsus funikuli. Pada panggul picak turunnya belakang kepala bias tertahan dennga akibat terjadinya defleksi kepala, sedang pada panggul sempit seluruhnya ditemukan rintangan pada semua ukuran; kepala memasuki rongga panggul dengan hiperfleksi.
Ø Kesempitan panggul tengah
Dengan sacrum melengkung sempurna, dinding-dinding panggul tidak berkonvergensi, foramen iskiadikum mayor cukup luas, dan spina iskiadika tidak menonjol ke dalam, dapat diharapkan bahwa panggul tengah tidak akan menyebabkan rintangan bagi lewatnya kepala janin. Apabila ukurannya kurang dari 9,5 cm, perlu kita waspada terhadap kemungkinan kesukaran pada persalinan, apalagi bila diameter sagitalis posterior juga pendek. Pada panggul tengah yang sempit, lebih sering ditemukan posisi oksipitalis posterior persisten atau presentasi kepala dalam posisi lintang tetap (transverse arrest).
Ø Kesempitan pintu bawah panggul
Pintu bawah panggul merurpakan bidang yang tidak datar, tetapi terdiri atas segitiga depan dan segitiga belakang yang mempunyai dasar yang sama, yakni distansia tuberum. Apabila ukuran yang terakhir ini lebih kecil daripada biasa, maka sudut arkus pubis mengecil pula(kurang dari 80°). Agar kepala janin dapat lahir, diperlukan ruangan yang lebih besar pada bagian belakang pintu bawah panggul. Dengan diameter sagitalis posterior yang cukup panjang persalinan per vaginaan dapat dilaksanakan, walaupun dengan perlukaan luas pada perineum.
Prognosis
Apabila persalinan dengan disproporsi sefalopelvik dibiarkan berlangsung sendiri tanpa pengambilan tindakan yang tepat, timbul bahaya bagi ibu dan janin.
Ø Bahaya bagi ibu
· Partus lama seringkali disertai pecahnya ketuban pada pembukaan kecil, dapat menimbulkan dehidrasi serta asidosis, dan infeksi intrapartum.
· Dengan his yang kuat, sedang kemajuan janin dalam jalan lahir tertahan, dapat timbul regangan segmen bawah uterus dan pembentukan lingkaran retraksi patologik. Keadaan ini terkenal dengan nama rupture uteri mengancam; apalagi jika tidak segera diambil tindakan untuk mengurangi regangan maka akan timbul rupture uteri (robek uterus).
· Dengan persalinan tidak maju karena disproporsi sefalipelvik, jalan lahir pada suatu tempat mengalami tekanan yang lama antara kepala janin dan tulang panggul. Hal itu menimbulkan gangguan sirkulasi dengan akibat terjadinya iskemia dan kemudian nekrosis pada tempat tersebut. Beberapa hari post partum akan terjadi fistula vesikoservikalis, atau fistula vesikovaginalis, atau fistula rektovaginalis.
Ø Bahaya bagi janin
· Partus lama dapat meningkatkan kematian perinatal,apalgi jika ditambah dengan infeksi intrapartum.
· Prolapsus funikuli, apabila terjadi, mengandung bahaya yang sangat besar bagi janin dan harus diusahakan kelahirannya dengan segera apabila ia masih hidup.
· Dengan adanya disproporsi sefalopelvik kepala janin dapat melewati rintangan pada panggul dengan mengadakan moulage. Moulage dapat dialami oleh kepala janin tanpa akibat ynag jelek sampai batas-batas tertentu, akan tetapi apabila batas-batas tersebut terlampaui, terjadi sobekan padatentorium serebelli dan perdarahan intracranial
· Selanjutnya tekanan oleh promontorium terkadang oleh simfisis pada panggul picak menyebabkan perlukaan pada jaringan di atas tulang kepala janin, selain itu dapat pulabmenimbulkan fraktur pada os parietalis.
PENANGANAN
Dewasa ini 2 tindakan dalam penanganan disproporsi sefalopelvikyang dahulu banyak dilakukan tidak diselenggarakan lagi. Cunam tinggi dengan menggunakan axis-traction forceps dahulu dilakukan untuk membawa kepala janin – yang dengan ukuran besarnya belum melewati pintu atas panggul – ke dalam rongga panggul dan terus keluar. Tindakan ini ini sangat berbahaya bagi janin dan ibu, kini diganti oleh seksio sesarea yang jauh lebih aman. Induksi partus prematurus umumnya juga tidak dilakukan lagi. Keberatan tindakan ini ialah kesulitan untuk menetapkan apakan janin walaupun belum cukup bulan, sudah cukup tua dan besar untuk hidup dengan selamat di luar tubuh ibu dan apakah kepala janin dapat dengan aman melewati kesempitan pada panggul ibu.
Selain seksio sesarea, dapat pula dilakukan partus percobaan, simfisiotomia dan karsiotomia. Namun simfisiotomia jarang sekali dilakukan di Indonesia, sedangkan kraniotomia hanya dilakukan pada janin mati.
v Seksio sesarea
Seksio sesarea dapat dilakukan secar elektif atau primer, yakni sebelum persalinan mulai atau pada awal persalinan, dan secara sekunder, yakni sesudah persalinan berlangsung selama beberapa waktu.
eksio sesarea elektif direncanakan lebih dahulu dan dilakukan pada kehamilan cukup bulan karena kesempitan panggul yang cukup berat, atau karena terdpat disproporsi sefalopelvik yang nyata. Selain itu seksio tersebut diselenggarakan pada kesempitan ringan apabila ada factor-faktor lain yang merupakan komplikasi, seperti primigrvida tua, kelainan letak janin yang tidak dapat diperbaiki, kehamilan pada wanita yang mengalami masa infertilitas yang lama, penyakit jantung dan lain-lain.
Seksio sesarea sekundar dilakukan karena persalinan percobaan dianggap gagal, atau karena timbul indikasi untuk menyelesaikan persalinan selekas mungkin, sedang syarat-syarat untuk persalinan per vaginam tidak atau belum dipenuhi.
v Persalinan percobaan
Setelah pada panggul sempit berdasarkan pemeriksaan yang teliti pada hamil tua diadakan penilaian tentang bentuk serta ukuran-ukuran panggul dalam semua bidang dan hubungan antara kepala janin dan panggul, dan setelah dicapai kesimpulan bahwa ada harapan bahwa persalinan dapat berlangsung per vaginam dengan selamat, dapat diambil keputusan untuk menyelenggarakan persalinan percobaan. Dengan demikian persalinan ini merupakan suatu test terhadap kekuatan his dan daya akomodasi, termasuk moulage kepala janin; kedua fakto ini tidak dapat diketahui sebelum persalinan berlangsung selama beberapa waktu.
Pemilihan kasus-kasus untuk persalinan percobaan harus dilakukan dengan cermat. Di atas sudah dibahas indikasi-indikasi untuk seksio sesarea elektif; keadaan-keadaan ini dengan sendirinya merupakan kontra indikasi untuk persalinan percobaan. Selain itu, janin harus berada dalam presentasi kepala dan tuanya kehamilan tidak lebih dari 42 minggu. Karena kepala janin bertambah besar serta lebih sukar mengadakan moulage, dan berhubung dengan kemungkinan adanya disfungsi plasenta, janin mungkin kurang mampu mengatasi kesukaran yang dapat timbul pada persalina percobaan. Perlu disadari pula bahwa kesempitan panggul dalam satu bidang, seperti pada panggul picak, lebih menguntungkan daripada kesempitan dalam beberapa bidang. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:
§ Pengawasan terhadap keadaan ibu dan janin. Pada persalina yang agak lama perlu dijaga agar tidak terjadi dehidrasi dan asidosis
§ Pengawasan terhadap turunnya kepala janin dalam rongga panggul. Karena kesempitan pada panggul tidak jarang dapat menyebabkan gangguan pada pembukaan serviks
§ Menentukan berapa lama partus percobaan dapat berlangsung
v Simfisiotomi
Simfisotomi ialah tindakan untuk memisahkan tulang panggul kiri dari tulang panggul kanan pada simfisis agar rongga panggul menjadi lebih luas. Tindakan ini tidak banyak lagi dilakukan karena terdesak oleh seksio sesarea. Satu-satunya indikasi ialah apabila pada panggul sempit dengan janin masih hidup terdapat infeksi intrapartum berat, sehingga seksio sesarea dianggap terlalu berbahaya.
v Kraniotomi
Pada persalinan yang dibiarkan berlarut-berlarut dan dengan janin sudah meninggal, sebaiknya persalina diselesaikan dengan kraniotomi dan kranioklasi. Hanya jika panggul demikian sempitnya sehingga janin tidak dapat dilahirkan dengan kraniotomi, terpaksa dilakukan seksio sesarea.
INFEKSI PERINEUM
berikut pembahasan singkat tentang infeksi perineum, diambil dari makalah saya, hehe berhubung kalo nulis sendiri lagi, cuapee.
apa sih perineum? perineum adalah kulit antara vagina (lubang kemaluan) dan anus. perineum ini adalah bagian yang sering robek ketika terjadi proses melahirkan. jika robek ini terjadi karena digunting (disengaja) dinamakan dengan tindakan episiotomy. jika robek ini murni terjadi karena desakan kepala bayi, dan tanpa digunting oleh bu bidan, dinamakan ruptur. ruptur biasanya tidak beraturan, karena robekan terjadi alami. beda halnya dengan episiotomy, yang biasanya bentuk robekannya teratur(lurus) karena di robek dengan gunting. gunting di sini bukan gunting kertas ya, ya pake gunting episiotomy. karena itulah episiotomy pada jaman sekarang sering dilakukan, karena akan lebih mempermudah pekerjaan bidan. proses penjahitan perineum dapat lebih cepat karena robekan rapi dan lurus. selain itu hasil jahitanpun akan lebih rapi.
Pada masa nifas di butuhkan perawatan khusus agar tidak terjadi infeksi-infeksi pada alat reproduksi. Pada luka rupture atau episiotomy,setelah proses penjahitan(bila perlu dijahit) harus selalu diawasi agar tidak terjadi infeksi. Robekan perineum terjadi pada hampir semua persalinan pertama dan tidak jarang pula juga terjadi pada persalinan berikutnya(asuhan kegawatdaruratan dalam kebidanan,2009).
Tingkat perlukaan pada perineum dapat dibagi menjadi 3 tingkat, yaitu Tingkat 1 : bila perlukaan hanya terbatas pada mukosa vagina/ kulit perineum Tingkat 2 : perlukaan lebih panjang sampai otot, difragma,diafragma urogenital Tingkat 3 : perlukaan sampai muskulus sfingter ani (otot anus)
Pada perlukaan tingkat 1, bila hanya ada luka lecet, tidak diperlukan penjahitan. Pada perlukaan tingkat 2, hendaknya luka dijahit kembali secara cermat. Jahitan hendaknya jangan terlalu ketat, sebab beberapa jam kemudian di tempat perlukaan akan timbul edema. Penanganan perlukaan perineum tingkat 3 memerlukan teknis penjahitan khusus. Pertama tama dilakukan penjahitan otot sfingter ani, setelah itu dilakukan penjahitan seperti perlukaan tingkat 2.
Luka pada perineum serta alat-alat reproduksi lainnya akan berangsur-angsur sembuh dalam 6 minggu setelah persalinan. Pada daerah perineum akan sedikit meninggalkan parut bekas luka robekan atau penjahitan.
infeksi pada robekan perineum kerap terjadi apabila luka terbuka dibiarkan dan menjadi ulkus yang disertai dengan pus(nanah) atau karena keadaan yang kurang bersih dan tindakan pencegahan infeksi yang kurang baik. sering terjadi pada persalinan lama atau ditolong oleh dukun yang kurang memperhatikan kebersihan ( Buku ajar Patologi Obstetri untuk mahasiswa kebidanan,2009).
Pada infeksi bekas sayatan episiotomy atau luka perineum, jaringan sekitarnya membengkak, tepi luka menjadi merah dan bengkak, jahitan mudah lepas, serta luka yang terbuka menjadi ulkus dan mengeluarkan pus ( asuhan kebidanan pada masa nifas,2009) infeksi ini dapat menjalar ke atas menjadi servitis, endoservitis, endometritis, parametritis dan abses (Buku ajar Patologi Obstetri untuk mahasiswa kebidanan,2009). Penanganan komplikasi yang lambat dapat menyebabkan terjadinya kematian pada ibu nifas mengingat kondisi fisik ibu nifas masih lemah (Suwiyoga, 2004). Penyebab :
- Karena bekas sayatan epistiotomi sehingga jahitan mudah lepas atau karena ruptur luka terbuka dan menjadi ulkus yang disertai dengan pus.
- Keadaan yang kurang bersih dan tindakan pencegahan infeksi yang kurang baik.
Tanda dan Gejala :
- Gejala yang selalu ada : 1. Demam 2. Nyeri tekanan pada perut bagian bawah 3. Gatal-gatal
- Gejala yang kadang ada 1. Nyeri lepas 2. Perut kembung 3. Merah dibagian perineum 4. Mual muntah 5. Syok
Penanganan :
- Jika terdapat pus atau cairan, bukalah luka dan bersihkan luka tersebut
- Angkat kulit yang nekrotin dan jahitan subkutikuler tetapi jangan angkat jahitan fasia
- Jika terdapat abses tanpa selulitis, tidak perlu diberikan antibiotika. Kompres luka Minta pasien mengganti kompres sendiri, ganti pembalut, baju juga personal hygien
apa sih perineum? perineum adalah kulit antara vagina (lubang kemaluan) dan anus. perineum ini adalah bagian yang sering robek ketika terjadi proses melahirkan. jika robek ini terjadi karena digunting (disengaja) dinamakan dengan tindakan episiotomy. jika robek ini murni terjadi karena desakan kepala bayi, dan tanpa digunting oleh bu bidan, dinamakan ruptur. ruptur biasanya tidak beraturan, karena robekan terjadi alami. beda halnya dengan episiotomy, yang biasanya bentuk robekannya teratur(lurus) karena di robek dengan gunting. gunting di sini bukan gunting kertas ya, ya pake gunting episiotomy. karena itulah episiotomy pada jaman sekarang sering dilakukan, karena akan lebih mempermudah pekerjaan bidan. proses penjahitan perineum dapat lebih cepat karena robekan rapi dan lurus. selain itu hasil jahitanpun akan lebih rapi.
Pada masa nifas di butuhkan perawatan khusus agar tidak terjadi infeksi-infeksi pada alat reproduksi. Pada luka rupture atau episiotomy,setelah proses penjahitan(bila perlu dijahit) harus selalu diawasi agar tidak terjadi infeksi. Robekan perineum terjadi pada hampir semua persalinan pertama dan tidak jarang pula juga terjadi pada persalinan berikutnya(asuhan kegawatdaruratan dalam kebidanan,2009).
Tingkat perlukaan pada perineum dapat dibagi menjadi 3 tingkat, yaitu Tingkat 1 : bila perlukaan hanya terbatas pada mukosa vagina/ kulit perineum Tingkat 2 : perlukaan lebih panjang sampai otot, difragma,diafragma urogenital Tingkat 3 : perlukaan sampai muskulus sfingter ani (otot anus)
Pada perlukaan tingkat 1, bila hanya ada luka lecet, tidak diperlukan penjahitan. Pada perlukaan tingkat 2, hendaknya luka dijahit kembali secara cermat. Jahitan hendaknya jangan terlalu ketat, sebab beberapa jam kemudian di tempat perlukaan akan timbul edema. Penanganan perlukaan perineum tingkat 3 memerlukan teknis penjahitan khusus. Pertama tama dilakukan penjahitan otot sfingter ani, setelah itu dilakukan penjahitan seperti perlukaan tingkat 2.
Luka pada perineum serta alat-alat reproduksi lainnya akan berangsur-angsur sembuh dalam 6 minggu setelah persalinan. Pada daerah perineum akan sedikit meninggalkan parut bekas luka robekan atau penjahitan.
infeksi pada robekan perineum kerap terjadi apabila luka terbuka dibiarkan dan menjadi ulkus yang disertai dengan pus(nanah) atau karena keadaan yang kurang bersih dan tindakan pencegahan infeksi yang kurang baik. sering terjadi pada persalinan lama atau ditolong oleh dukun yang kurang memperhatikan kebersihan ( Buku ajar Patologi Obstetri untuk mahasiswa kebidanan,2009).
Pada infeksi bekas sayatan episiotomy atau luka perineum, jaringan sekitarnya membengkak, tepi luka menjadi merah dan bengkak, jahitan mudah lepas, serta luka yang terbuka menjadi ulkus dan mengeluarkan pus ( asuhan kebidanan pada masa nifas,2009) infeksi ini dapat menjalar ke atas menjadi servitis, endoservitis, endometritis, parametritis dan abses (Buku ajar Patologi Obstetri untuk mahasiswa kebidanan,2009). Penanganan komplikasi yang lambat dapat menyebabkan terjadinya kematian pada ibu nifas mengingat kondisi fisik ibu nifas masih lemah (Suwiyoga, 2004). Penyebab :
- Karena bekas sayatan epistiotomi sehingga jahitan mudah lepas atau karena ruptur luka terbuka dan menjadi ulkus yang disertai dengan pus.
- Keadaan yang kurang bersih dan tindakan pencegahan infeksi yang kurang baik.
Tanda dan Gejala :
- Gejala yang selalu ada : 1. Demam 2. Nyeri tekanan pada perut bagian bawah 3. Gatal-gatal
- Gejala yang kadang ada 1. Nyeri lepas 2. Perut kembung 3. Merah dibagian perineum 4. Mual muntah 5. Syok
Penanganan :
- Jika terdapat pus atau cairan, bukalah luka dan bersihkan luka tersebut
- Angkat kulit yang nekrotin dan jahitan subkutikuler tetapi jangan angkat jahitan fasia
- Jika terdapat abses tanpa selulitis, tidak perlu diberikan antibiotika. Kompres luka Minta pasien mengganti kompres sendiri, ganti pembalut, baju juga personal hygien
ABORSI
Kali ini saya mau membahas tentang aborsi. Aborsi berarti berakhirnya masa kandungan sebelum sang janin lahir, alias janin meninggal dalam kandungan. Ada berapa banyak ya orang yang melakukan aborsi di Indonesia? Bentar ya, tak cek dulu….
--------------------------------------------
Aduh mak, saya search di mbah google, aborsi di Indonesia mencapai angka 2,6 JUTA PERTAHUN!!!! Innalillahiiii….. kejamnya para wanita Indonesia,,,ckckckck.
Ett tapi tunggu dulu, aborsi bukan hanya yang dilakukan dengan sengaja lho. Keguguran yang tanpa disengaja pun termasuk peristiwa aborsi.
Aborsi dari 2 jenis:
1. Aborsi spontan : aborsi yang terjadi tanpa kesengajaan yang sering kita sebut dengan ‘keguguran’
2. Aborsi dengan tindakan : aborsi yang disengaja dengan pertimbangan medis atau tanpa pertimbangan medis
Yang saya mau bahas di sini adalah : pertimbangan medis apa sih yang menjadikan seorang janin diperbolehkan untuk digugurkan/diaborsi??
Ada sebuah undang-undang yang sedikit lucu yang harus anda baca, yaitu Undang-Undang Nomor 23 tahun 1992 pasal 15 ayat 1 sebagai berikut:
“Dalam keadaan darurat sebagai upaya untuk menyelematkan jiwa ibu hamil dan janinnya, dapat dilakukan tindakan medis tertentu”.
Di sini tampak jelas, jika aborsi dapat dilakukan/boleh dilakukan jika dalam pertimbangan untuk meyelamatkan si ibu dan si janin. Coba anda baca sekali lagi. untuk MENYELAMATKAN jiwa IBU HAMIL dan JANINNYA.
Helooo?? Tindakan aborsi mana sih yang menyelamatkan janin? Bunyi pasal ini bener2 ambigu yak? Kalo dibaca sekali kayaknya kalimatnya halus “untuk menyelematkan jiwa ibu hamil dan janinnya” padahal sama sekali gak nyambung. Jelas2 yang namanya aborsi itu membahayakan nyawa ibu dan janin.
Lain lagi dalam KUHP yang saya males meng-copy paste disini. Pokoknya banyak sekali pasal yang menerangkan bahwa bagi siapapun yang dengan sengaja melakukan aborsi serta yang membantu melakukan tindakan aborsi, akan dikenakan sangsi berat. Nah loh! Bertentangan dengan pasal 15 tadi. Kalau memang aborsi di dibolehkan, kok yang melakukan malah kena sangsi? Para dokter dan bidan pun bingung mau melaksanakan aborsi atau tidak. Ee.. ternyata dukun branak duluan ambil kesempatan,,eaaa.
Bingung juga ya, kayak buah simalakama.. Karena aborsi terlarang, banyak yang aborsi di dukun, yang notabene alat2nya gak steril, jadilah banyak ibu yang meninggal karena infeksi. Lain lagi kalo aborsi di legalkan, berapa banyak orang yang bakal aborsi di dokter atau bidan? Mending kalo alesannya bener, tapi kalo karena MBA dan sejenisnya? Mending dokter atau bidannya bener, kalo matre?
Aduh pusing yah, udahan dulu deh.
*nutup leptop*
*tarik selimut*
--------------------------------------------
Aduh mak, saya search di mbah google, aborsi di Indonesia mencapai angka 2,6 JUTA PERTAHUN!!!! Innalillahiiii….. kejamnya para wanita Indonesia,,,ckckckck.
Ett tapi tunggu dulu, aborsi bukan hanya yang dilakukan dengan sengaja lho. Keguguran yang tanpa disengaja pun termasuk peristiwa aborsi.
Aborsi dari 2 jenis:
1. Aborsi spontan : aborsi yang terjadi tanpa kesengajaan yang sering kita sebut dengan ‘keguguran’
2. Aborsi dengan tindakan : aborsi yang disengaja dengan pertimbangan medis atau tanpa pertimbangan medis
Yang saya mau bahas di sini adalah : pertimbangan medis apa sih yang menjadikan seorang janin diperbolehkan untuk digugurkan/diaborsi??
Ada sebuah undang-undang yang sedikit lucu yang harus anda baca, yaitu Undang-Undang Nomor 23 tahun 1992 pasal 15 ayat 1 sebagai berikut:
“Dalam keadaan darurat sebagai upaya untuk menyelematkan jiwa ibu hamil dan janinnya, dapat dilakukan tindakan medis tertentu”.
Di sini tampak jelas, jika aborsi dapat dilakukan/boleh dilakukan jika dalam pertimbangan untuk meyelamatkan si ibu dan si janin. Coba anda baca sekali lagi. untuk MENYELAMATKAN jiwa IBU HAMIL dan JANINNYA.
Helooo?? Tindakan aborsi mana sih yang menyelamatkan janin? Bunyi pasal ini bener2 ambigu yak? Kalo dibaca sekali kayaknya kalimatnya halus “untuk menyelematkan jiwa ibu hamil dan janinnya” padahal sama sekali gak nyambung. Jelas2 yang namanya aborsi itu membahayakan nyawa ibu dan janin.
Lain lagi dalam KUHP yang saya males meng-copy paste disini. Pokoknya banyak sekali pasal yang menerangkan bahwa bagi siapapun yang dengan sengaja melakukan aborsi serta yang membantu melakukan tindakan aborsi, akan dikenakan sangsi berat. Nah loh! Bertentangan dengan pasal 15 tadi. Kalau memang aborsi di dibolehkan, kok yang melakukan malah kena sangsi? Para dokter dan bidan pun bingung mau melaksanakan aborsi atau tidak. Ee.. ternyata dukun branak duluan ambil kesempatan,,eaaa.
Bingung juga ya, kayak buah simalakama.. Karena aborsi terlarang, banyak yang aborsi di dukun, yang notabene alat2nya gak steril, jadilah banyak ibu yang meninggal karena infeksi. Lain lagi kalo aborsi di legalkan, berapa banyak orang yang bakal aborsi di dokter atau bidan? Mending kalo alesannya bener, tapi kalo karena MBA dan sejenisnya? Mending dokter atau bidannya bener, kalo matre?
Aduh pusing yah, udahan dulu deh.
*nutup leptop*
*tarik selimut*
PKL BANJAR PART 2
Cerita kali ini masih sama.
BANJAR 6 januari 2011
Yup saya masih di sini dan belum bosan tinggal di sini. Bahkan menurut saya waktu 3 minggu belumlah cukup untuk me-refreshing kepenatan saya tinggal di Jakarta. Walau di sini semua serba udik a.k.a kampungan, tapi saya senang. Alam di sini masih alami. Segar unutk bernapas. Tak seperti Jakarta yang embun paginya adalah asap motor.
Kali ini ini saya ingin menceritakan tentang orang tua asuh saya. Yang subhanalloh menurut saya. Yup, sang bapak kades dan ibu kades.
Pak kades beristri satu (yaeyalah) dan beranak (baru) tiga. Pak kades yang subhanalloh ini punya mushola sendiri, yang kerap dipakai untuk sholat berjamaah bagi orang-orang setempat. Setiap sholat pasti pak kades yang mengimami. Saya pun yang tinggal di sana Alhamdulillah jadi asik sholatnya, soalnya jamaah-an terus.
Setiap sehabis sholat maghrib berjamaah diadakan pengajian bagi anak-anak. Lagi-lagi sang bapak kades yang memimpin. Umur bapak kades belum tergolong tua, masih muda, belum menginjak kepala empat. Tak terbayangkan sibuknya menjadi kepala desa, mengurusi 31 RT dan beribu jiwa warga. Setiap hari mungkin ada saja masalah yang terjadi. Mungkin kalau orang sibuk di kota Jakarta, sangkin sibuknya, tak lagi ingat sholat, apalagi sholat jama’ah bahkan mengaji barang selembar saja pun ogah. Sibuk katanya.
Tapi pak kades saya lain. Seorang pemimpin yang oke menurut saya. Walau sibuk dari pagi hingga sore. Tapi tetap menyempatkan waktu untuk sholat subuh dan maghrib berjamaah bersama masyarakat. Bahkan ngajar ngaji segala. Pernah waktu itu pak kades dan ibu kades pulang kerumah hanya untuk sholat ashar berjamaah berdua di mushola, lalu kembali lagi ke kantor. Memang terkesan gak penting, namun menurut saya itu romantis. Saat- saat sholat jama’ah berdua dengan pasangan sungguh saat yang romantis. Maklum, bapak kades dan ibu kades memang pasangan yang mesra menurut mata saya.
Bu kades selalu ada di saat pak kades mengimami sholat, di saat pengajian, pokoknya di mana ada pak kades di situ ada bu kades. Pernah waktu itu sehabis sholat subuh, para jamaah telah pulang. Hanya pak kades dan bu kades di sana. Pak kades masih berkutat dengan dzikirnya, sementara si ibu tertidur dipangkuannya. Wah, lagi-lagi mereka terlihat mesra. Saya jadi iri, hehe. Bagaimanapun saya kagum dengan mereka-mereka ini. Yang walau sibuk dengan kegiatan duniawi, tapi masih bisa menjadi seorang yang sholeh dan sholehah. Semoga keluarga pak kades selalu diberkati Alloh. Amin. :)
BANJAR 6 januari 2011
Yup saya masih di sini dan belum bosan tinggal di sini. Bahkan menurut saya waktu 3 minggu belumlah cukup untuk me-refreshing kepenatan saya tinggal di Jakarta. Walau di sini semua serba udik a.k.a kampungan, tapi saya senang. Alam di sini masih alami. Segar unutk bernapas. Tak seperti Jakarta yang embun paginya adalah asap motor.
Kali ini ini saya ingin menceritakan tentang orang tua asuh saya. Yang subhanalloh menurut saya. Yup, sang bapak kades dan ibu kades.
Pak kades beristri satu (yaeyalah) dan beranak (baru) tiga. Pak kades yang subhanalloh ini punya mushola sendiri, yang kerap dipakai untuk sholat berjamaah bagi orang-orang setempat. Setiap sholat pasti pak kades yang mengimami. Saya pun yang tinggal di sana Alhamdulillah jadi asik sholatnya, soalnya jamaah-an terus.
Setiap sehabis sholat maghrib berjamaah diadakan pengajian bagi anak-anak. Lagi-lagi sang bapak kades yang memimpin. Umur bapak kades belum tergolong tua, masih muda, belum menginjak kepala empat. Tak terbayangkan sibuknya menjadi kepala desa, mengurusi 31 RT dan beribu jiwa warga. Setiap hari mungkin ada saja masalah yang terjadi. Mungkin kalau orang sibuk di kota Jakarta, sangkin sibuknya, tak lagi ingat sholat, apalagi sholat jama’ah bahkan mengaji barang selembar saja pun ogah. Sibuk katanya.
Tapi pak kades saya lain. Seorang pemimpin yang oke menurut saya. Walau sibuk dari pagi hingga sore. Tapi tetap menyempatkan waktu untuk sholat subuh dan maghrib berjamaah bersama masyarakat. Bahkan ngajar ngaji segala. Pernah waktu itu pak kades dan ibu kades pulang kerumah hanya untuk sholat ashar berjamaah berdua di mushola, lalu kembali lagi ke kantor. Memang terkesan gak penting, namun menurut saya itu romantis. Saat- saat sholat jama’ah berdua dengan pasangan sungguh saat yang romantis. Maklum, bapak kades dan ibu kades memang pasangan yang mesra menurut mata saya.
Bu kades selalu ada di saat pak kades mengimami sholat, di saat pengajian, pokoknya di mana ada pak kades di situ ada bu kades. Pernah waktu itu sehabis sholat subuh, para jamaah telah pulang. Hanya pak kades dan bu kades di sana. Pak kades masih berkutat dengan dzikirnya, sementara si ibu tertidur dipangkuannya. Wah, lagi-lagi mereka terlihat mesra. Saya jadi iri, hehe. Bagaimanapun saya kagum dengan mereka-mereka ini. Yang walau sibuk dengan kegiatan duniawi, tapi masih bisa menjadi seorang yang sholeh dan sholehah. Semoga keluarga pak kades selalu diberkati Alloh. Amin. :)
orang melahirkan, kayak apa??
sep, 25 2010
Orang melahirkan itu kayak apa sih? Belum pernah lihat?
Kalo menurut gw, orang yang lagi melahirkan itu adalah penampakan yang sangat ga bagus.
Ngengkang, gigi gemeretuk sambil ngeden, mata melotot, muka merah, belom lagi tereak2nya. Kurang serem apa coba?.
Banyak hal yang unik pas peristiwa penting ini terjadi. Ada yang pas ngelahirin suaminya digigitin. Ada yang suaminya pingsan. Ada yang pas ngelahirin matanya melotot sampe bidannya takut. Ada yang tereak2 kayak teriakin maling. Pokoknya menurut pengalaman gw, yg namanya melahirkan itu unik, setiap orang pasti beda2, ga ada yang sama.
Pernah waktu itu gw praktek di puskesmas. Datenglah ibu mau melahirkan, keliatan kalo orangnya judes. Pas dia lagi tiduran mules2, gw sama temen gw inisiatip buat ngasih minum. Alamak, tu ibu bukannya minum malah cuci muka alias tu aer tumpah di mukanya. Eaaa.. gw panik dan minta maap. Kebayang dong tu ibu lagi mules2 hebat,eh malah ditumpahin minuman. Ngamuklah si ibu. Tapi untung Cuma bentar, soalnya dia lebih konsen ke mulesnya.
Pernah lagi kejadian gw salah kaprah. Waktu itu yang nolongin lahiran bidan senior, gw yang bantuin. Pas bayinya udah lahir, bidan senior nyuruh ambil alat oksigen buat si bayi soalnya bayinya agak susah nangis. Ehh gw dengan sigap masang alat oksigen malah ke ibunya. Haha buat apaan coba.
Menurut penelitian gw (halah), saat saat si ibu sangat kesakitan adalah, saat proses penjahitan robekan jalan lahir. Pasti deh setiap lagi dijahit, ibu2 pada tereak, meski ada beberapa juga yang anteng2 aja sih. Pernah juga waktu itu gw diceritain temen ada pasien yang pas dijait malah telpon2an. jeee Jagoan neon.
Sering banget si ibu melahirkan bilang gini
“duh kok gini sih bu bidan, dulu anak pertama gak gini deh”. Itulah banyak orang yang salah persepsi, mengira semua proses kelahiran anak mereka adalah sama. Padahal setiap anak punya proses melahirkan yang beda2, entah dari ngidamnya beda, mules pas ngelahirin beda, lama brojolnya juga beda, ga bisa disamain. Setiap anak itu unik. Menurut pengalaman gw, Biasanya anak kedua lebih susah dari anak pertama. Soalnya lebih banyak ibu yang mengeluh saat melahirkan anak kedua, yaaa itu, mengeluh kok anak kedua ga selancar anak pertama.
Kalo anak ketiga dan seterusnya ga usah di omongin, udah lancar bebas hambatan. Biasanya kalo anak ketiga dan seterusnya, waktu mules2 lebih sebentar alias mules2 dikit langsung kepengen brojol. Mungkin juga karna si ibu sudah pengalaman, jadi lebih rileks dan santai. bener lho, rileks itu sangat berpengaruh dalam persalinan. Kalo ibunya panik, bisa menghambat proses persalinan itu sendiri, makanya ibu hamil musti dibekali pengetahuan tentang persalinan biar pas mau brojol ga panik2 amat. Termasuk para suami juga, biar pas mendampingi bisa menenangkan istri, bukannya malah ikutan panik trus pingsan,,, jiahhh.
Orang melahirkan itu kayak apa sih? Belum pernah lihat?
Kalo menurut gw, orang yang lagi melahirkan itu adalah penampakan yang sangat ga bagus.
Ngengkang, gigi gemeretuk sambil ngeden, mata melotot, muka merah, belom lagi tereak2nya. Kurang serem apa coba?.
Banyak hal yang unik pas peristiwa penting ini terjadi. Ada yang pas ngelahirin suaminya digigitin. Ada yang suaminya pingsan. Ada yang pas ngelahirin matanya melotot sampe bidannya takut. Ada yang tereak2 kayak teriakin maling. Pokoknya menurut pengalaman gw, yg namanya melahirkan itu unik, setiap orang pasti beda2, ga ada yang sama.
Pernah waktu itu gw praktek di puskesmas. Datenglah ibu mau melahirkan, keliatan kalo orangnya judes. Pas dia lagi tiduran mules2, gw sama temen gw inisiatip buat ngasih minum. Alamak, tu ibu bukannya minum malah cuci muka alias tu aer tumpah di mukanya. Eaaa.. gw panik dan minta maap. Kebayang dong tu ibu lagi mules2 hebat,eh malah ditumpahin minuman. Ngamuklah si ibu. Tapi untung Cuma bentar, soalnya dia lebih konsen ke mulesnya.
Pernah lagi kejadian gw salah kaprah. Waktu itu yang nolongin lahiran bidan senior, gw yang bantuin. Pas bayinya udah lahir, bidan senior nyuruh ambil alat oksigen buat si bayi soalnya bayinya agak susah nangis. Ehh gw dengan sigap masang alat oksigen malah ke ibunya. Haha buat apaan coba.
Menurut penelitian gw (halah), saat saat si ibu sangat kesakitan adalah, saat proses penjahitan robekan jalan lahir. Pasti deh setiap lagi dijahit, ibu2 pada tereak, meski ada beberapa juga yang anteng2 aja sih. Pernah juga waktu itu gw diceritain temen ada pasien yang pas dijait malah telpon2an. jeee Jagoan neon.
Sering banget si ibu melahirkan bilang gini
“duh kok gini sih bu bidan, dulu anak pertama gak gini deh”. Itulah banyak orang yang salah persepsi, mengira semua proses kelahiran anak mereka adalah sama. Padahal setiap anak punya proses melahirkan yang beda2, entah dari ngidamnya beda, mules pas ngelahirin beda, lama brojolnya juga beda, ga bisa disamain. Setiap anak itu unik. Menurut pengalaman gw, Biasanya anak kedua lebih susah dari anak pertama. Soalnya lebih banyak ibu yang mengeluh saat melahirkan anak kedua, yaaa itu, mengeluh kok anak kedua ga selancar anak pertama.
Kalo anak ketiga dan seterusnya ga usah di omongin, udah lancar bebas hambatan. Biasanya kalo anak ketiga dan seterusnya, waktu mules2 lebih sebentar alias mules2 dikit langsung kepengen brojol. Mungkin juga karna si ibu sudah pengalaman, jadi lebih rileks dan santai. bener lho, rileks itu sangat berpengaruh dalam persalinan. Kalo ibunya panik, bisa menghambat proses persalinan itu sendiri, makanya ibu hamil musti dibekali pengetahuan tentang persalinan biar pas mau brojol ga panik2 amat. Termasuk para suami juga, biar pas mendampingi bisa menenangkan istri, bukannya malah ikutan panik trus pingsan,,, jiahhh.
curhat abeess
sep,25 2010
Banyak yang bilang
“ihh enak ya kuliah bidan”
“keren”
“nanti kerjanya terjamin”
“bisa buka praktek sendiri”
Whattt?? Gw juga heran banyaknya temen2 gw yang menikmati jadi mahasiswa bidan. Mereka bilang seru, asik. Heloooo kok gw gak bisa ya menikmati dan menganggap asik ngutak ngatik selangkangan ibu2 hamil ya??? Apa ada yang salah dengan guee?????
Entahlah, dari awal kuliah bidan sampe sekarang kok yang teringat cuman pengalaman-pengalaman gak enak ya?.
Dulu pas pertama kali praktek ke lapangan. Kerjaannya mandiin pasien, padahal gw sendiri jarang mandi. Trus kabur2an pas disuruh mandiin pasien laki2. Ganti selang infuse, bersihin pup. Ampun dah.
Pernah waktu itu ada pasien yang infusenya macet alias ga jalan. Waktu itu ilmu gw masi dikit (emang sekarang banyak?). dengan sotoy gw pun ngebuka selang infuse dari tangan pasien, yang notabene langsung ngocor darah. Gw pun bingung apa yang salah, padahal metode ini nyontoh dari senior. Ternyata gw lupa untuk mencet pembuluh darah biar darah ga keluar. Gw pun panik kebingunan, apalagi si pasien. Gw pun manggil temen gw. Temen gw juga bingung, darah terus ngocor. Dan gw bertindak sangat bijaksana dengan: kabur ninggalin temen gw. Haha. Akhir cerita temen gw ditolong sama senior. Dan yang pasti tu pasien kapok minta tolong sama gw. Haha
Pernah juga gw diminta bersihin pup pasien. Si pasien adalah remaja putri umur 13taonan dengan TBC. Jadi badannya agak kecil dari anak seumurannya. TBCnya udah agak parah, dia gak bisa bangun dan pakai popok. Jadilah bapaknya minta tolong sama kita buat ganti popok anaknya yang udah penuh sama pup. Eaaa gw pengen kabur tapi udah keburu diseret sama temen gw buat beresin itu pup. Jadilah gw dan temen gw melakukan pekerjaan yang mulia itu. Pupnya bener2 mantep, mungkin dia diare juga kali ya (maap yg lagi makan). Kita ngeberesin itu pup di tempat tidur langsung, cuman pake penutup tirai. Pas popok dibuka langsung rame dah tuh kamar pasien yang isinya 6 orang pasien beserta keluarga. Gw sih biasa aja waktu itu. Wong pup gw juga bau kok, sama. Pasien yang laen langsung ribut kebauan, mungkin mereka pupnya bau bunga kali ya. Dan yang gw kesel, si bapaknya anak ini ikut2an jijik juga. Lha wong anak sendiri kok dijijik-in? kita aja yang bukan keluarga si anak aja biasa aja. Jadilah tuh bapak kita kerjain. Kita suruh ngeliatin proses pembersihan pup. Dan setelah selesai kita pun memberi nasehat kejutan buat si bapak “pak, ini terakhir kita gantiin popoknya,lain kali bapak yang ganti sendiri, kan tadi udah liat caranya, okeh pak” si bapak ho oh ho oh gak rela.
yang agak2 gak nahan waktu di bagian penyakit gula. Kamar pasien isinya orang penyakit gula yang punya luka-luka busuk. Ada pasien yang kaki kanannya jempolnya udah ga ada, kaki kirinya malah tinggal jempolnya doang. Itu disebabkan karena penyakit gula itu, luka jadi lama sembuhnya dan akhirnya membusuk trus di amputasi deh. Di ruangan situ gw ngeliatin bener tuh luka orang2 penyakit gula, serem2 juga yee. Ada yang bernanah, berdarah, sampe ada yang menghitam karena busuk. Yang bikin pusing tuh baunya! Jujur ya, baunya gak nahan banget, bau daging busuk. Makanya, jaga kadar gula lu boy!!!.
Pasien yang gw temuin juga macem2. Ada yang bawel, sekali ngobrol ga bisa berenti. ada yang songong, belagak gak betah dikamar kelas 3 pengennya kelas 1, ehh besoknya kabur kaga bayar. Sempet juga ada pasien TBC ganteng, gw taksir. Ehh besoknya meninggal. Gw pun uring2an (halah). Pokoknya pasien itu ada macem2 rupanya, setres dah ngadepin pasien yang mintanya banyak. Ga heran dokter ato bidan banyak yang galak, wong pasien lebih galak. haha
Banyak yang bilang
“ihh enak ya kuliah bidan”
“keren”
“nanti kerjanya terjamin”
“bisa buka praktek sendiri”
Whattt?? Gw juga heran banyaknya temen2 gw yang menikmati jadi mahasiswa bidan. Mereka bilang seru, asik. Heloooo kok gw gak bisa ya menikmati dan menganggap asik ngutak ngatik selangkangan ibu2 hamil ya??? Apa ada yang salah dengan guee?????
Entahlah, dari awal kuliah bidan sampe sekarang kok yang teringat cuman pengalaman-pengalaman gak enak ya?.
Dulu pas pertama kali praktek ke lapangan. Kerjaannya mandiin pasien, padahal gw sendiri jarang mandi. Trus kabur2an pas disuruh mandiin pasien laki2. Ganti selang infuse, bersihin pup. Ampun dah.
Pernah waktu itu ada pasien yang infusenya macet alias ga jalan. Waktu itu ilmu gw masi dikit (emang sekarang banyak?). dengan sotoy gw pun ngebuka selang infuse dari tangan pasien, yang notabene langsung ngocor darah. Gw pun bingung apa yang salah, padahal metode ini nyontoh dari senior. Ternyata gw lupa untuk mencet pembuluh darah biar darah ga keluar. Gw pun panik kebingunan, apalagi si pasien. Gw pun manggil temen gw. Temen gw juga bingung, darah terus ngocor. Dan gw bertindak sangat bijaksana dengan: kabur ninggalin temen gw. Haha. Akhir cerita temen gw ditolong sama senior. Dan yang pasti tu pasien kapok minta tolong sama gw. Haha
Pernah juga gw diminta bersihin pup pasien. Si pasien adalah remaja putri umur 13taonan dengan TBC. Jadi badannya agak kecil dari anak seumurannya. TBCnya udah agak parah, dia gak bisa bangun dan pakai popok. Jadilah bapaknya minta tolong sama kita buat ganti popok anaknya yang udah penuh sama pup. Eaaa gw pengen kabur tapi udah keburu diseret sama temen gw buat beresin itu pup. Jadilah gw dan temen gw melakukan pekerjaan yang mulia itu. Pupnya bener2 mantep, mungkin dia diare juga kali ya (maap yg lagi makan). Kita ngeberesin itu pup di tempat tidur langsung, cuman pake penutup tirai. Pas popok dibuka langsung rame dah tuh kamar pasien yang isinya 6 orang pasien beserta keluarga. Gw sih biasa aja waktu itu. Wong pup gw juga bau kok, sama. Pasien yang laen langsung ribut kebauan, mungkin mereka pupnya bau bunga kali ya. Dan yang gw kesel, si bapaknya anak ini ikut2an jijik juga. Lha wong anak sendiri kok dijijik-in? kita aja yang bukan keluarga si anak aja biasa aja. Jadilah tuh bapak kita kerjain. Kita suruh ngeliatin proses pembersihan pup. Dan setelah selesai kita pun memberi nasehat kejutan buat si bapak “pak, ini terakhir kita gantiin popoknya,lain kali bapak yang ganti sendiri, kan tadi udah liat caranya, okeh pak” si bapak ho oh ho oh gak rela.
yang agak2 gak nahan waktu di bagian penyakit gula. Kamar pasien isinya orang penyakit gula yang punya luka-luka busuk. Ada pasien yang kaki kanannya jempolnya udah ga ada, kaki kirinya malah tinggal jempolnya doang. Itu disebabkan karena penyakit gula itu, luka jadi lama sembuhnya dan akhirnya membusuk trus di amputasi deh. Di ruangan situ gw ngeliatin bener tuh luka orang2 penyakit gula, serem2 juga yee. Ada yang bernanah, berdarah, sampe ada yang menghitam karena busuk. Yang bikin pusing tuh baunya! Jujur ya, baunya gak nahan banget, bau daging busuk. Makanya, jaga kadar gula lu boy!!!.
Pasien yang gw temuin juga macem2. Ada yang bawel, sekali ngobrol ga bisa berenti. ada yang songong, belagak gak betah dikamar kelas 3 pengennya kelas 1, ehh besoknya kabur kaga bayar. Sempet juga ada pasien TBC ganteng, gw taksir. Ehh besoknya meninggal. Gw pun uring2an (halah). Pokoknya pasien itu ada macem2 rupanya, setres dah ngadepin pasien yang mintanya banyak. Ga heran dokter ato bidan banyak yang galak, wong pasien lebih galak. haha
Langganan:
Postingan (Atom)